Surabaya, 8 Juni 2026 – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) bagi Pekerja Tambang Skala Kecil di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pengelolaan pertambangan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Pelatihan yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026 di Surabaya tersebut diikuti oleh 30 peserta yang seluruhnya berasal dari masyarakat Provinsi Jawa Timur. Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai aspek pengawasan operasional pertambangan, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, hingga pengendalian risiko dalam kegiatan pertambangan skala kecil.
Kepala PPSDM Geominerba, yang diwakili oleh Yudi Pratama selaku Koordinator Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pengembangan SDM, mengatakan bahwa pertambangan skala kecil memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat dan pemanfaatan sumber daya mineral. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, aspek keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan.
"Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan kegiatan pertambangan skala kecil, diperlukan keberadaan pengawas operasional yang memiliki kompetensi memadai dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan pertambangan," ujar Yudi Pratama.
Menurutnya, Pengawas Operasional Pertama (POP) memiliki peran strategis dalam memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai dengan kaidah teknik pertambangan yang baik, menerapkan standar keselamatan kerja, serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kehadiran tenaga pengawas yang kompeten menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengelolaan tambang rakyat dan tambang skala kecil.
Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai materi penting, mulai dari pelaksanaan peraturan keselamatan pertambangan, inspeksi dan investigasi kecelakaan, perlindungan lingkungan, identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, hingga pelaksanaan analisis keselamatan pekerjaan. Selain itu, peserta juga akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ESDM.
PPSDM Geominerba berharap pelatihan ini dapat melahirkan lebih banyak tenaga pengawas operasional yang kompeten di Jawa Timur. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat, kegiatan pertambangan skala kecil diharapkan dapat dikelola secara lebih profesional, aman, dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen PPSDM Geominerba dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sektor pertambangan di daerah, sehingga masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus mampu menerapkan praktik pertambangan yang baik dalam kegiatan operasional sehari-hari. (EP)