Dukung Transisi Energi, PPSDM KEBTKE Resmi Buka Pelatihan Teknis Konversi Motor Listrik Angkatan IV

Dukung Transisi Energi, PPSDM KEBTKE Resmi Buka Pelatihan Teknis Konversi Motor Listrik Angkatan IV
08 Jun, 2026

Dukung Transisi Energi, PPSDM KEBTKE Resmi Buka Pelatihan Teknis Konversi Motor Listrik Angkatan IV

08 June 2026 | Seputar BPSDM ESDM



JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. Pada Senin (8/6/2026), Kepala PPSDM KEBTKE secara resmi membuka Pelatihan Teknis Konversi Sepeda Motor BBM Menjadi Sepeda Motor Listrik (Angkatan IV) yang diselenggarakan di kampus PPSDM KEBTKE, Ciracas, Jakarta Timur. 


Acara diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Koordinator Penyelenggaraan Sarana Prasarana dan Pengembangan SDM PPSDM KEBTKE, Elin Lindiasari. Dalam laporannya, Elin menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga teknik yang terampil, serta memiliki pengetahuan komprehensif dari sisi teknis maupun regulasi legal terkait konversi sepeda motor listrik. 




"Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang merupakan teknisi UMKM bengkel sepeda motor dari berbagai wilayah, meliputi Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur," ujar Elin Lindiasari. 


Ia menambahkan, pelatihan akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 8 hingga 11 Juni 2026, dengan total 40 jam pelajaran. Materi yang diberikan mencakup overview peraturan kendaraan listrik, administrasi konversi, komponen kendaraan listrik, kajian syarat teknis, praktikum konversi, hingga pengujian hasil konversi. Adapun tenaga pengajar berasal dari Widyaiswara PPSDM KEBTKE serta praktisi ahli dari PT Braja Elektrik Motor dan PT Kajen Martaka Persada. 


Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala PPSDM KEBTKE, Edi Wibowo. Dalam sambutannya, Edi menekankan bahwa sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, program konversi sepeda motor konvensional menjadi motor listrik menjadi opsi strategis dan ekonomis untuk mencapai target Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon) pada tahun 2060. Namun, Edi mengingatkan bahwa transisi teknologi yang masif tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. 




"Ekosistem kendaraan listrik membutuhkan tenaga teknis yang tidak hanya terampil, tetapi juga memahami standar keselamatan yang berlaku. Pelatihan ini diinisiasi untuk meningkatkan kompetensi teknis sesuai standar industri, menjamin aspek keselamatan (safety) sesuai regulasi Kementerian Perhubungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru melalui bengkel-bengkel konversi UMKM di daerah," jelas Edi Wibowo. 


Di akhir sambutannya, Edi berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya sebagai investasi masa depan yang berharga, mengingat para teknisi ini akan menjadi garda terdepan dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia. 

Tags :