
BDTBT-Sawahlunto, Di tengah
meningkatnya tekanan global terhadap industri energi dan pertambangan untuk
berbenah menuju praktik yang lebih ramah lingkungan, Balai Pendidikan dan
Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT) dan Japan Oil, Gas and Metals National
Corporation (JOGMEC) menunjukkan komitmen bersama dalam pengembangan sumber
daya manusia sektor pertambangan Indonesia. Pada Kamis, 11 Juni 2026, kedua
lembaga menyelenggarakan kegiatan pengenalan teknologi Carbon Recycle yang berlangsung di BDTBT, Sawahlunto, Sumatra
Barat.
Carbon Recycle merupakan
teknologi inovatif yang memanfaatkan kembali karbon dioksida hasil aktivitas
industri untuk dikonversi menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satu
penerapannya adalah dengan memanfaatkan karbon dioksida dari emisi pembangkit
listrik sebagai campuran fly ash
untuk material pengisi di tambang bawah tanah, sehingga menghasilkan material
bernilai guna sekaligus menekan emisi karbon yang terlepas ke atmosfer. Teknologi
ini menjadikannya salah satu solusi strategis di sektor energi dan pertambangan,
serta relevan di tengah komitmen Indonesia dalam mendukung tercapainya Net Zero Emission secara nasional.
Dalam kegiatan ini, JOGMEC
yang diwakili oleh Izumiyama Jun dan Kikuchi Mitsuharu memaparkan perkembangan
teknologi Carbon Recycle yang telah
dilakukan di tambang bawah tanah Kushiro Coal Mine Jepang, sekaligus berbagi
pengalaman dalam pengembangan, penerapan dan tantangannya. Sesi diskusi
berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar peluang
implementasi Carbon Recycle di
konteks energi dan pertambangan Indonesia dan tantangan teknis yang mungkin
dihadapi.
Kepala BDTBT, Darius Agung
Prata, menyambut hangat terselenggaranya kegiatan ini. "Teknologi Carbon Recycle adalah bagian dari masa
depan industri energi dan pertambangan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan
pengenalan ini, kami ingin membuka wawasan para pelaku pertambangan sekaligus
mendorong langkah nyata yang harus kita mulai dari sekarang. BDTBT siap hadir
dan memastikan SDM kita siap mengikuti perkembangan teknologi," ujarnya.
Melalui sinergi
ini, BDTBT dan JOGMEC berharap dapat terus memperluas kolaborasi ke tahap yang
lebih konkret. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang akan ditindaklanjuti
dengan kegiatan berikutnya, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung
pengurangan emisi karbon di sektor energi dan pertambangan secara nasional.
Tags :