CEPU – Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) secara resmi
memulai program pelatihan dan sertifikasi bantuan masyarakat periode April
2026. Langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten
untuk menghadapi karakteristik industri migas yang kompleks.
Industri minyak dan gas bumi dikenal
sebagai sektor yang membutuhkan standar keamanan dan keahlian yang sangat
ketat. Koordinator Pelaksanaan Pengembangan SDM PPSDM Migas, F. X. Yudi Tryono
menegaskan pentingnya kualitas manusia di samping teknologi.
"Industri minyak dan gas bumi
adalah industri dengan risiko tinggi (high risk) dan padat modal (high
capital). Oleh sebab itu, diperlukan tidak hanya teknologi tinggi tetapi
yang paling penting adalah sumber daya manusia yang kompeten. Selain itu juga
menanamkan budaya K3 di mana aspek keselamatan kerja adalah prioritas di atas
segalanya," ungkapnya.
Koordinator Pelaksanaan Pengembangan
SDM menambahkan bahwa program ini adalah wujud nyata hadirnya negara dalam
meningkatkan daya saing masyarakat. "Program pelatihan dan sertifikasi
bantuan masyarakat merupakan wujud nyata komitmen Kementerian ESDM melalui
PPSDM Migas dalam meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu bersaing dan
berkontribusi di industri migas. Setelah mengikuti program ini, peserta
diharapkan mempunyai kompetensi teknis sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia (SKKNI) pada setiap jabatan," jelasnya.
Pada periode ini, terdapat 155
peserta yang terbagi ke dalam enam unit kompetensi spesifik:
Melalui sertifikasi berbasis SKKNI
ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga berintegritas
dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja di lapangan.
Tags :