Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) kembali memperkuat kompetensi aparatur sipil negara melalui penyelenggaraan Pelatihan Teknis Inspeksi Lingkungan Panas Bumi Jenjang Muda. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 11-13 Maret 2026 ini, diikuti oleh 13 orang ASN dari Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM. Meski dilaksanakan sepenuhnya secara daring melalui metode Live Streaming via Zoom, antusiasme peserta tetap terlihat demi mendalami aspek pengawasan lingkungan pada sektor energi panas bumi.

Rangkaian pelatihan dimulai pada hari pertama dengan sesi Pre-Test untuk mengukur pemahaman awal para peserta sebelum memasuki materi inti. Widyaiswara PPSDM KEBTKE, Aperta Ledy Alam, S.T., M.T., membuka sesi materi dengan memaparkan landasan penting terkait tema pelatihan, yaitu Peraturan Lingkungan Hidup pada Pengusahaan Panas Bumi serta strategi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di sektor tersebut. Pembahasan kemudian berlanjut pada pengenalan dasar Inspeksi Lingkungan Panas Bumi yang dirancang untuk memenuhi standar kompetensi jenjang muda.
Memasuki hari kedua, fokus pembelajaran bergeser pada aspek pengawasan di lapangan. Dua pemater, yaitu dr. Soedarmadji bersama Aperta Ledy Alam memandu peserta untuk membedah tata cara Inspeksi Lingkungan Panas Bumi, khususnya pada tahapan eksplorasi dan konstruksi. Pemaparan materi ini sangat penting mengingat kedua tahapan tersebut memiliki risiko dampak lingkungan, sehingga memerlukan ketelitian dalam melakukan inspeksi guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pertukaran pengalaman dan tanya jawab mengalir di setiap jeda materi sehingga memperkaya wawasan peserta terhadap tantangan nyata di lapangan.

Agenda pelatihan ditutup pada hari ketiga dengan materi yang lebih detail, yakni Inspeksi Fasilitas Pembangkit atau Power Plant. Pada sesi ini, dr. Soedarmadji berkolaborasi dengan Oktasio Fahlevi, S.T., M.T., untuk mengupas tuntas standar operasional dan aspek lingkungan pada infrastruktur utama panas bumi. Setelah seluruh rangkaian materi selesai, para peserta diharuskan mengerjakan Post-Test sebagai tahap evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan kompetensi mereka. Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak inspektur muda yang handal dalam memastikan bahwa pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.