
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) kembali memperkuat kompetensi aparatur sipil negara melalui penyelenggaraan Pelatihan Teknis Inspeksi Pembangkit dan Fasilitas Lapangan Uap Panas Bumi Jenjang Muda. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 3 hingga 6 Maret 2026 ini, menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kesiapan tenaga teknis dalam mengawasi infrastruktur energi hijau di Indonesia. Sebanyak 16 orang ASN dari Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE, berpartisipasi penuh dalam pelatihan yang dilaksanakan secara daring ini.
Meskipun dilakukan dalam format jarak jauh, kualitas interaksi tetap terjaga melalui metode live conference menggunakan aplikasi Zoom serta dukungan sistem manajemen pembelajaran digital melalui platform LMS SMIL, didukung dengan ruang diskusi dan tanya jawab dalam setiap materi, sehingga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali pemahaman langsung dari para pengajar.
Pelatihan hari pertama dibuka dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Dilanjutkan dengan pemaparan substansi materi dari Aperta Ledy Alam dan Oktasio Fahlevi, Widyaiswara PPSDM KEBTKE, yang membedah dasar-dasar fasilitas lapangan uap atau steam field serta komponen utama dari pembangkit listrik panas bumi atau power plant. Di hari pembuka ini pula, peserta diberikan landasan mengenai etika dan prosedur standar dalam melakukan inspeksi panas bumi pada jenjang muda sebagai bekal dasar pengawasan di lapangan.

Fokus pembelajaran semakin tajam pada hari kedua yang berfokus sepenuhnya pada seluk-beluk inspeksi fasilitas lapangan uap. Di bawah bimbingan Hariyanto bersama Aperta Ledy Alam, para peserta mempelajari titik-titik kritis pada jalur pipa dan sistem distribusi uap yang menjadi jantung produksi energi. Berlanjut ke hari ketiga, pemebeljaran beralih ke area pembangkitan, di mana teknik-teknik inspeksi fasilitas power plant dipaparkan secara oleh Hariyanto dan tim Widyaiswara. Sesi ini penting untuk memahami performa mesin dan turbin dalam mengubah energi panas bumi menjadi listrik secara aman dan berkelanjutan.
Sebagai puncak dari rangkaian pelatihan, hari keempat didedikasikan untuk sesi simulasi rancangan inspeksi. Pada tahap ini, para peserta diharuskan menyusun strategi dan langkah kerja inspeksi berdasarkan skenario nyata yang mungkin ditemukan di lapangan. Simulasi ini bertujuan untuk mengasah ketajaman analisis dan pengambilan keputusan sebelum akhirnya seluruh rangkaian pelatihan ditutup dengan post test. Evaluasi akhir ini menjadi bukti nyata keberhasilan penyerapan materi sekaligus komitmen PPSDM KEBTKE dalam mencetak pengawas panas bumi yang kredibel dan kompeten demi mendukung ketahanan energi nasional.
Tags :