PPSDM KEBTKE Bekali Siswa SMK Yogyakarta Kompetensi Pengoperasian dan Pemeliharaan SPKLU

PPSDM KEBTKE Bekali Siswa SMK Yogyakarta Kompetensi Pengoperasian dan Pemeliharaan SPKLU
03 Mar, 2026

PPSDM KEBTKE Bekali Siswa SMK Yogyakarta Kompetensi Pengoperasian dan Pemeliharaan SPKLU

03 March 2026 | Seputar BPSDM ESDM

Yogyakarta, 3 Maret 2026—Dalam rangka mendukung percepatan ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia, PPSDM KEBTKE menyelenggarakan Pelatihan Teknis Persiapan Uji Kompetensi Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik, khususnya pada unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, 3-4 Maret 2026 ini bertempat di Kantor PLN APJ Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 11 siswa terpilih dari berbagai sekolah menengah kejuruan di Yogyakarta, diantaranya SMKN 1 Pundong, SMKN 2 Depok Sleman, SMK YAPI Wonosari, SMKN 2 Pengasih, SMK Muhammadiyah 3, hingga SMKN 2 Wonosari, sebagai upaya nyata menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten dan siap mendukung transisi energi.


Seluruh rangkaian materi dalam pelatihan ini disampaikan oleh Widyaiswara Ahli Madya PPSDM KEBTKE, Budiman R. Saragih, S.T., M.T. Pada hari pertama, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai cakupan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan SPKLU, termasuk regulasi pendukung serta implementasinya di lapangan. Selain itu, materi juga mencakup pengenalan ekosistem KBLBB dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPKBLBB), hingga aspek pengoperasian serta pemeliharaan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan roda empat. Dengan adanya pembekalan teori ini, diharapkan  para peserta pelatihan memahami standar keamanan dan efisiensi dalam pengelolaan teknologi energi bersih tersebut.


quav4yakmY1OazL7aqMVf5ypY8pMa5e75UbV6c5C.jpg


Memasuki hari kedua, fokus pelatihan bergeser pada pendalaman materi teknis dan sesi praktik. Para peserta diajak untuk mempraktikkan pengoperasian dan pemeliharaan SPKBLBB roda empat yang tujuannya untuk memberikan pengalaman nyata sesuai dengan standar industri saat ini. Untuk mengukur efektivitas pembelajaran terhadap 11 orang peserta, pelatihan ini diawali dengan sesi pre-test dan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi akhir kompetensi peserta. Melalui metode ini, perkembangan kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran diharapkan dapat terpantau dengan baik sebagai bekal menghadapi uji kompetensi yang sesungguhnya.


Harapannya, adanya pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan sertifikasi kepada para peserta, tetapi juga mampu mencetak lulusan SMK di Yogyakarta yang siap terserap dalam industri kendaraan listrik yang sedang tumbuh pesat. Dengan pemahaman teknis mengenai pengoperasian dan pemeliharaan SPKLU, para siswa ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja di sektor energi hijau di masa depan.