PPSDM Geominerba Buka Tiga Pelatihan Teknis Strategis untuk Tingkatkan Kompetensi ASN K3 dan Penanggulangan Bencana

PPSDM Geominerba Buka Tiga Pelatihan Teknis Strategis untuk Tingkatkan Kompetensi ASN K3 dan Penanggulangan Bencana
20 Feb, 2026

PPSDM Geominerba Buka Tiga Pelatihan Teknis Strategis untuk Tingkatkan Kompetensi ASN K3 dan Penanggulangan Bencana

20 February 2026 | Seputar BPSDM ESDM

BANDUNG – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) secara resmi membuka tiga program pelatihan teknis berbasis daring pada Rabu (18/02/2026). Rangkaian kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan institusi dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tiga pelatihan yang diselenggarakan secara bersamaan tersebut meliputi Pelatihan Evaluasi K3 Lingkungan Kerja Angkatan 1, Pelatihan Investigasi Kecelakaan dan Kejadian Berbahaya Kegiatan Eksplorasi Minerba Angkatan 1, Pelatihan Implementasi Regulasi Sistem Penanggulangan Bencana Nasional Angkatan 1 dan 2. 

Dalam sambutannya, Kepala PPSDM Geominerba, Dwi Anggoro Ismukurnianto, menekankan bahwa pengembangan kompetensi ini berkaitan erat dengan Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) sebagaimana diatur dalam Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2019. Ia menyatakan bahwa di tengah dinamika sektor minerba dan tingginya potensi risiko bencana di Indonesia, ASN dituntut memiliki kapasitas mumpuni dalam pengawasan dan mitigasi risiko.

"Evaluasi K3 yang komprehensif menjadi instrumen penting dalam mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Selain itu, penguasaan regulasi penanggulangan bencana menjadi faktor kunci dalam mitigasi dan kesiapsiagaan nasional," ujar Ismukurnianto saat membuka acara secara resmi.

Berdasarkan laporan penyelenggara, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Februari 2026 secara daring (online). Total peserta yang terlibat berjumlah 48 orang. Materi yang disampaikan mencakup aspek fundamental hingga teknis, mulai dari prinsip K3 fisik, identifikasi bahaya eksplorasi, metode investigasi kecelakaan yang objektif, hingga implementasi regulasi sistem penanggulangan bencana nasional.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat bertransformasi menjadi ASN yang dinamis, terampil, dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berwawasan lingkungan dalam menjalankan tugas jabatannya. (EP)

Tags :