
BDTBT-Sawahlunto,
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya
manusia sektor pertambangan. Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah
(BDTBT) di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM, Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral, menyelenggarakan Pelatihan Operator Survei
Tambang Bawah Tanah bagi masyarakat Provinsi Jambi, selama 16 hari dari tanggal
29 Januari s.d 13 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam
memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi teknis yang
sesuai dengan kebutuhan industri pertambangan.
Pelatihan ini
dirancang berbasis kompetensi dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik
lapangan. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar survei tambang bawah
tanah, metode pengukuran tambang bawah tanah, praktik pengukuran, serta
pengolahan data hasil pengukuran. 14 orang peserta yang mengikuti pelatihan ini
merupakan peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi, tertulis
dan wawancara. Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah Jambi ini,
menunjukkan antusiasme serta kebutuhan yang tinggi terhadap peningkatan kompetensi
teknis di bidang pertambangan, khususnya survei tambang bawah tanah.
Pada akhir
kegiatan, peserta mengikuti evaluasi dan uji kompetensi sesuai standar yang
ditetapkan. Dari keseluruhan peserta, sebanyak 86% dinyatakan kompeten,
menunjukkan bahwa mayoritas peserta mampu memenuhi standar keterampilan dan
pengetahuan yang dipersyaratkan. Kepala BDTBT, Darius Agung Prata, S.T.,
M.K.K.K dalam sambutannya menyampaikan “Peningkatan kompetensi Masyarakat menjadi
salah satu kunci terciptanya industri pertambangan yang aman, produktif, dan
berkelanjutan. Kami berharap peserta mampu menjadi tenaga kerja yang
profesional dan berdaya saing,” ujarnya.
Dengan
terselenggaranya pelatihan ini, BDTBT menegaskan perannya sebagai pusat
unggulan pelatihan pertambangan bawah tanah di Indonesia. Diharapkan, lulusan
pelatihan mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung operasional
pertambangan di daerah, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi
masyarakat.