CEPU — Mengakselerasi peningkatan
kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di subsektor minyak dan gas
bumi (migas), Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM
Migas) menyelenggarakan Forum Komunikasi secara daring. Kegiatan yang mengusung
tema “Sinergi dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan Pendidikan Tinggi dan
Vokasi” ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong Hari Pertambangan dan
Energi Tahun 2026 serta memperkuat sinergi strategis antara lembaga pemerintah
dan institusi pendidikan nasional.
Subkoordinator Kerja Sama PPSDM Migas, Natalia
Maharani, menjelaskan bahwa pelaksanaan forum komunikasi ini selaras dengan
pilar utama pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,
ketahanan energi dan hilirisasi menjadi pilar penting Asta Cita. Melihat adanya
proyek utama hulu minyak seperti Proyek Anambas, Forel, Baronang, OO-OC-OX,
Ande Ande Lumut, peningkatan produksi di Lapangan Banyu Urip, Terubuk, Tambak
Boyo, hingga Hidayah, ketersediaan SDM unggul menjadi sangat penting,"
ujar Natalia Maharani.
Lebih lanjut, Natalia memaparkan bahwa pengembangan
sektor gas bumi juga tengah berakselerasi pesat melalui proyek Tangkulo,
Kaliberau Deep, Tuna, Mako, Kerandan PH 2, Marakes East, Asap Kido Merah, Abadi
(Masela), serta Wasambo. Selain proyek eksplorasi dan produksi, pembangunan
kilang minyak baru terus dipacu untuk menghasilkan Liquefied Petroleum Gas
(LPG), Gasoline, Diesel, Avtur, dan Fuel Oils guna
mendukung ketahanan energi dalam negeri. Pemerintah juga membangun pusat
penyimpanan minyak nasional guna mendukung Strategic Petroleum Reserve
(SPR) dengan kapasitas setara 30 hari impor.
"Seluruh rangkaian proyek strategis tersebut
membuka peluang lapangan kerja yang sangat besar di sektor migas. Oleh karena
itu, kita harus bersiap menyambut momentum ini secara optimal melalui penyiapan
tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikasi," tegas Natalia.
PPSDM Migas hadir sebagai mitra strategis dalam
pengembangan kompetensi SDM energi Indonesia. Keunggulan lembaga ini didukung
oleh berbagai akreditasi, lisensi, serta pengakuan nasional dan internasional,
antara lain dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), Badan Nasional Sertifikasi
Profesi (BNSP), International Organization for Standardization (ISO), International
Association of Drilling Contractors (IADC), International Institute of
Welding - Indonesian Welding Society Authorized National Body (IIW-IWS
ANB), serta predikat Zona Integritas dari Kementerian PANRB.
Untuk menunjang proses pembelajaran dan pelatihan
praktik, PPSDM Migas dilengkapi dengan fasilitas berbasis industri yang
relevan, mencakup kilang minyak beserta utilitas pendukungnya, laboratorium
pengujian terakreditasi, workshop modern, hingga sarana simulasi interaktif.
"PPSDM Migas mampu mengidentifikasi kompetensi
individu yang belum tercakup dalam kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi.
Kami memiliki kurikulum pelatihan yang dinamis dan menyesuaikan dengan
kebutuhan nyata industri, sehingga praktik di PPSDM Migas langsung menggunakan
fasilitas berstandar industri dan mendapatkan pengakuan di lingkup industri
migas," tambah Natalia.
Keikutsertaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan
Perguruan Tinggi dalam program pelatihan serta sertifikasi di PPSDM Migas
memberikan berbagai nilai tambah strategis, di antaranya:
Dalam menyambut Hari Pertambangan dan Energi 2026,
PPSDM Migas memberikan penawaran Tarif Khusus yang berlaku hingga 31
Desember 2026 bagi siswa SMK dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Pelatihan
dilaksanakan selama 2 hari yang dilanjutkan dengan 1 hari ujian sertifikasi,
dengan ketentuan minimal peserta 40 orang per angkatan.
Adapun 16 program pelatihan dan sertifikasi tarif
khusus yang dapat diikuti meliputi:
Forum Komunikasi Daring diselenggarakan secara
bertahap sesuai zona wilayah institusi pendidikan:
Tags :