Bandung Barat – Dalam upaya memperkuat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai standar ISO 45001:2018, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di Kampus Lapangan PPSDM Geominerba, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 27–28 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh personel Satuan Pengamanan (Satpam) yang dibagi ke dalam dua kelompok pelatihan.
Simulasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi SMK3 di lingkungan PPSDM Geominerba sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran di lingkungan kerja. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik lapangan yang mencakup penanganan kebakaran semak belukar, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga teknik Vertical Rescue. Materi disampaikan oleh para instruktur yang berkompeten di bidang keselamatan kerja dan tanggap darurat, sehingga peserta tidak hanya memahami prosedur penanganan insiden, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung melalui simulasi di lapangan.
Sebanyak 31 personel Satuan Pengamanan mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 16 peserta pada Kelompok 1 yang mengikuti pelatihan pada 27 Juli 2026 dan 15 peserta pada Kelompok 2 pada 28 Juli 2026. Pembagian kelompok tersebut bertujuan agar proses pelatihan berjalan lebih efektif dan setiap peserta memperoleh kesempatan praktik secara optimal.
Melalui penyelenggaraan simulasi tanggap darurat kebakaran ini, PPSDM Geominerba menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja yang kuat di lingkungan organisasi. Diharapkan seluruh peserta mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat, sehingga risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan serta tercipta lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (EP)