Bandung, 18 Mei 2026 - Bagi pekerja tambang skala kecil di Jawa Barat, sebuah sertifikat kompetensi bisa menjadi pembeda antara bekerja seadanya dan bekerja sebagai pengawas yang diakui secara nasional. Peluang itulah yang kini dibuka bagi 20 orang putra-putri daerah Jawa Barat yang pada Senin, 18 Mei 2026, memulai Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) bagi Pekerja Tambang Skala Kecil di Provinsi Jawa Barat di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Bandung.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 18 hingga 22 Mei 2026 ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, Slamet Mulyanto. Pembukaan didahului sambutan dari Yudi Pratama selaku Koordinator Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pengembangan SDM.
Dalam sambutan yang dibacakan, peserta disambut hangat sebagai bagian dari keluarga besar PPSDM Geominerba, institusi pemerintah yang membantu mencerahkan masa depan karier di bidang geologi, mineral, dan batubara, sejalan dengan motonya, brighten your future. Disampaikan bahwa kegiatan pertambangan skala kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, namun masih kerap menghadapi tantangan dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, aspek keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan. Tanpa pengawasan yang kompeten, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja maupun kerusakan lingkungan.
Di sinilah peran peserta menjadi krusial. Seorang Pengawas Operasional Pertama (POP) berdiri di garis depan, sebagai front line supervisor yang membawahi langsung para pekerja pelaksana dan bertanggung jawab atas pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pertambangan. POP-lah yang memastikan kegiatan tambang berjalan sesuai kaidah teknik pertambangan yang baik dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mengingat jumlah tenaga pengawas yang kompeten pada tambang skala kecil masih terbatas, kehadiran peserta yang tersertifikasi diharapkan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Manfaat yang akan dipetik peserta dari pelatihan ini sangatlah nyata. Pertama, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga sertifikat kompetensi resmi melalui Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ESDM. Sertifikat ini menjadi pengakuan formal atas kemampuan peserta sebagai pengawas operasional yang membuka peluang karier dan jenjang yang lebih luas di industri pertambangan.
Untuk mencapai kompetensi tersebut, selama lima hari peserta menyerap rangkaian materi yang disampaikan langsung oleh para instruktur PPSDM Geominerba. Materi mencakup pelaksanaan peraturan perundang-undangan terkait keselamatan pertambangan dan perlindungan lingkungan, pelaksanaan inspeksi, investigasi kecelakaan, identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, analisis keselamatan pekerjaan, pelaksanaan pertemuan keselamatan pertambangan terencana, serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab keselamatan pertambangan pada area yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Seluruh rangkaian itu ditutup dengan Uji Kompetensi bersama LSP ESDM.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para pekerja tambang skala kecil di Jawa Barat diharapkan tumbuh menjadi Pengawas Operasional Pertama yang andal — mampu mendukung terciptanya kegiatan pertambangan yang aman, efektif, ramah lingkungan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kepada para peserta disampaikan pesan untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan tetap bersemangat, karena di pundak merekalah masa depan tambang skala kecil yang lebih selamat dan berkelanjutan turut dititipkan. (EP)