PPSDM Migas dan Disnakertrans ESDM Papua Barat Daya Gelar Pelatihan Sertifikasi Tenaga Kerja Lokal

PPSDM Migas dan Disnakertrans ESDM Papua Barat Daya Gelar Pelatihan Sertifikasi Tenaga Kerja Lokal
19 Mei, 2026

PPSDM Migas dan Disnakertrans ESDM Papua Barat Daya Gelar Pelatihan Sertifikasi Tenaga Kerja Lokal

19 May 2026 | Seputar BPSDM ESDM

CEPU – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas), sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor hulu dan hilir migas. Melalui sinergi strategis dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Barat Daya, PPSDM Migas menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi khusus bagi talenta lokal Papua.

Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan industri migas yang dinamis dan memerlukan keahlian khusus serta pengakuan formal berupa sertifikat kompetensi nasional maupun internasional.

Koordinator Pelaksanaan Pengembangan SDM PPSDM Migas, F.X. Yudi Tryono, menegaskan bahwa PPSDM Migas memiliki tugas dan fungsi utama dalam menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi kompetensi tenaga kerja migas yang berstandar nasional dan internasional. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga ini merupakan momentum penting bagi kemajuan daerah.

"Sinergi yang terjalin antara PPSDM Migas dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Barat Daya ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja asli Papua Barat, sehingga dapat berkontribusi langsung dalam mengembangkan daerah. Oleh karena itu, ketersediaan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi bersertifikat bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjawab tantangan industri saat ini," ujar F.X. Yudi Tryono.

Program kerja sama ini mencakup tiga bidang pelatihan spesifik, yaitu Operasi Pesawat Angkat Angkut dan Ikat Beban Tingkat Juru Ikat Beban, Operator Forklift, dan Operator Kran Mobil. Sebanyak 48 peserta andal dari Papua Barat Daya ikut serta, di mana masing-masing kelas terdiri dari 16 peserta. Seluruh rangkaian pelatihan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 11 Mei hingga 3 Juni 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan ujian sertifikasi kompetensi pada tanggal 4 sampai 5 Juni 2026.

F.X. Yudi Tryono juga menambahkan bahwa industri migas memiliki karakteristik yang sangat ketat terkait aspek keselamatan kerja karena masuk dalam kategori industri berisiko tinggi.

"Industri Minyak dan Gas Bumi adalah sektor yang memiliki risiko tinggi (high risk) dan standar teknologi yang tinggi (high technology). Dalam operasionalnya, aktivitas pemindahan barang menggunakan pesawat angkat dan angkut merupakan denyut nadi utama. Kesalahan kecil dalam pengikatan atau pengoperasian alat berat seperti forklift dan kran mobil dapat berakibat fatal bagi keselamatan jiwa maupun aset perusahaan. Oleh karena itu, kompetensi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus dibuktikan dengan sertifikasi resmi terlebih untuk talenta lokal Papua Barat Daya," pungkasnya.

Melalui program ini, diharapkan para peserta asli Papua Barat Daya tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis dan praktis yang mendalam, tetapi juga memperoleh legalitas kompetensi yang diakui oleh industri global. Langkah konkret ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendorong inklusivitas ekonomi dan kemandirian tenaga kerja lokal di wilayah timur Indonesia.

 

Tags :