CEPU
– Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas),
sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM), terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor
hulu dan hilir migas. Melalui sinergi strategis dengan Dinas Tenaga Kerja,
Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Barat Daya, PPSDM
Migas menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi khusus bagi
talenta lokal Papua.
Langkah ini
diambil untuk menjawab kebutuhan industri migas yang dinamis dan memerlukan
keahlian khusus serta pengakuan formal berupa sertifikat kompetensi nasional
maupun internasional.
Koordinator
Pelaksanaan Pengembangan SDM PPSDM Migas, F.X. Yudi Tryono, menegaskan bahwa
PPSDM Migas memiliki tugas dan fungsi utama dalam menyelenggarakan pelatihan
serta sertifikasi kompetensi tenaga kerja migas yang berstandar nasional dan
internasional. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga ini merupakan momentum
penting bagi kemajuan daerah.
"Sinergi
yang terjalin antara PPSDM Migas dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi,
Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Barat Daya ini merupakan langkah
strategis untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja asli Papua Barat,
sehingga dapat berkontribusi langsung dalam mengembangkan daerah. Oleh karena
itu, ketersediaan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi bersertifikat
bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjawab tantangan
industri saat ini," ujar F.X. Yudi Tryono.
Program kerja
sama ini mencakup tiga bidang pelatihan spesifik, yaitu Operasi Pesawat
Angkat Angkut dan Ikat Beban Tingkat Juru Ikat Beban, Operator Forklift,
dan Operator Kran Mobil. Sebanyak 48 peserta andal dari Papua Barat Daya
ikut serta, di mana masing-masing kelas terdiri dari 16 peserta. Seluruh
rangkaian pelatihan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 11 Mei hingga 3 Juni
2026, yang kemudian dilanjutkan dengan ujian sertifikasi kompetensi pada
tanggal 4 sampai 5 Juni 2026.
F.X. Yudi
Tryono juga menambahkan bahwa industri migas memiliki karakteristik yang sangat
ketat terkait aspek keselamatan kerja karena masuk dalam kategori industri
berisiko tinggi.
"Industri
Minyak dan Gas Bumi adalah sektor yang memiliki risiko tinggi (high risk)
dan standar teknologi yang tinggi (high technology). Dalam
operasionalnya, aktivitas pemindahan barang menggunakan pesawat angkat dan
angkut merupakan denyut nadi utama. Kesalahan kecil dalam pengikatan atau
pengoperasian alat berat seperti forklift dan kran mobil dapat berakibat fatal
bagi keselamatan jiwa maupun aset perusahaan. Oleh karena itu, kompetensi bukan
lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus dibuktikan dengan
sertifikasi resmi terlebih untuk talenta lokal Papua Barat Daya,"
pungkasnya.
Melalui
program ini, diharapkan para peserta asli Papua Barat Daya tidak hanya
mendapatkan pengetahuan teoritis dan praktis yang mendalam, tetapi juga
memperoleh legalitas kompetensi yang diakui oleh industri global. Langkah
konkret ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendorong
inklusivitas ekonomi dan kemandirian tenaga kerja lokal di wilayah timur
Indonesia.
Tags :