
SAMARINDA – Dalam upaya memperkuat implementasi transisi energi berkeadilan di Kalimantan Timur, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM bersama Yayasan Mitra Hijau (YMH) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Efisiensi Energi untuk Implementasi Transisi Energi Berkeadilan pada 18–19 Mei 2026 di Samarinda.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pengelola gedung komersial dan perhotelan, hingga sektor industri di Kalimantan Timur. Beberapa peserta yang terlibat antara lain Bappeda Kalimantan Timur, Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Mulawarman, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Hotel Aston Samarinda, Mercure-Ibis Samarinda, Hotel Fugo Samarinda, PW Muhammadiyah Kalimantan Timur, Muslimat Nahdlatul Ulama, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Samarinda, serta Forum CSR Samarinda.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dicky Edwin Hindarto dari YMH. Dalam sambutannya, Dicky menegaskan bahwa efisiensi energi merupakan salah satu langkah penting yang perlu dipahami dan diterapkan oleh berbagai organisasi maupun pelaku industri di Kalimantan Timur.

“Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bersama, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bahwa efisiensi energi merupakan bagian penting dalam strategi menghadapi transisi energi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa efisiensi energi selama ini masih kerap dipandang sebagai sesuatu yang rumit dan sulit diterapkan oleh banyak pemangku kepentingan. Karena itu, Yayasan Mitra Hijau berinisiatif menghadirkan forum diskusi dan pembelajaran untuk memperkenalkan audit energi sebagai bagian integral dari sistem manajemen energi.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa audit energi bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan instrumen strategis untuk membantu organisasi mengelola penggunaan energi secara lebih efektif, terukur, dan efisien. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah persepsi terhadap efisiensi energi menjadi kebutuhan operasional yang memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan institusi maupun usaha.
Pada sesi teknis, peserta mendapatkan pemahaman mengenai audit energi sebagai bagian dari siklus manajemen energi berkelanjutan dengan pendekatan ISO 50001:2018 melalui tahapan Plan-Do-Check-Action (PDCA). Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pendekatan ISO 50005 terkait maturity level dalam implementasi sistem manajemen energi serta praktik terbaik konservasi dan efisiensi energi. Dalam kerangka tersebut, audit energi berfungsi sebagai instrument evaluasi untuk memastikan bahwa perencanaan energi dapat diterapkan, dipantau, dan terus disempurnakan secara berkesinambungan.

Materi dan praktik terbaik tersebut disampaikan langsung oleh fasilitator PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM, Endang Widayati. Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan energi yang sistematis dalam mendukung ketahanan energi nasional dan percepatan transisi energi berkeadilan.
Melalui pelatihan ini, PPSDM KEBTKE bersama Yayasan Mitra Hijau kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia menuju transisi energi berkeadilan di Kalimantan Timur. Integrasi audit energi dalam siklus manajemen energi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk berkontribusi lebih aktif dalam mewujudkan efisiensi energi dan pembangunan rendah karbon di Indonesia.