CEPU, PPSDM MIGAS – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak
dan Gas Bumi (PPSDM Migas) terus bertekat untuk memperkuat kompetensi sumber
daya manusia (SDM) muda di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui
penyelenggaraan program Pelatihan Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2in1 yang
ditujukan khusus bagi siswa SMK dari Dumai.
Program PKL 2in1 merupakan skema edukasi inovatif yang
menggabungkan kegiatan PKL konvensional dengan pelatihan teknis. Kali ini,
PPSDM Migas memfokuskan materi pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Tingkat Operator, yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 11 Februari 2026 di
lingkungan PPSDM Migas, Cepu.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para siswa dengan
pemahaman mengenai standar keselamatan industri migas, prosedur tanggap
darurat, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan
regulasi yang ada. Hal ini menjadi penting mengingat sektor migas memiliki
risiko kerja yang tinggi sehingga budaya K3 harus ditanamkan sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Purwanto, selaku Course
Leader pelatihan ini, menekankan pentingnya sinergi antara teori
akademis dan implementasi praktis di lapangan.
"Melalui program PKL 2in1 ini, kami ingin memastikan bahwa
para siswa tidak hanya sekadar mengenal dunia kerja, tetapi juga memiliki
keterampilan teknis yang terukur. Pelatihan K3 Tingkat Operator ini adalah
fondasi utama. Kami membekali mereka agar mampu mengidentifikasi bahaya dan
menerapkan prosedur keselamatan, sehingga mereka siap menjadi tenaga kerja yang
kompeten dan berdaya saing tinggi di industri migas," ujar Dwi Purwanto.
Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pusat
pelatihan seperti PPSDM Migas, diharapkan mata rantai antara kebutuhan industri
dan ketersediaan tenaga kerja ahli dapat terjalin dengan lebih harmonis dan
berkelanjutan.