PPSDM Migas Gelar Pelatihan K3 Tingkat Operator bagi Siswa SMK Dumai Melalui Program PKL 2in1

PPSDM Migas Gelar Pelatihan K3 Tingkat Operator bagi Siswa SMK Dumai Melalui Program PKL 2in1
18 Feb, 2026

PPSDM Migas Gelar Pelatihan K3 Tingkat Operator bagi Siswa SMK Dumai Melalui Program PKL 2in1

18 February 2026 | Seputar BPSDM ESDM

CEPU, PPSDM MIGAS – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) terus bertekat untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) muda di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan program Pelatihan Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2in1 yang ditujukan khusus bagi siswa SMK dari Dumai.

Program PKL 2in1 merupakan skema edukasi inovatif yang menggabungkan kegiatan PKL konvensional dengan pelatihan teknis. Kali ini, PPSDM Migas memfokuskan materi pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Operator, yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 11 Februari 2026 di lingkungan PPSDM Migas, Cepu.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para siswa dengan pemahaman mengenai standar keselamatan industri migas, prosedur tanggap darurat, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan regulasi yang ada. Hal ini menjadi penting mengingat sektor migas memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga budaya K3 harus ditanamkan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Purwanto, selaku Course Leader pelatihan ini, menekankan pentingnya sinergi antara teori akademis dan implementasi praktis di lapangan.

"Melalui program PKL 2in1 ini, kami ingin memastikan bahwa para siswa tidak hanya sekadar mengenal dunia kerja, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang terukur. Pelatihan K3 Tingkat Operator ini adalah fondasi utama. Kami membekali mereka agar mampu mengidentifikasi bahaya dan menerapkan prosedur keselamatan, sehingga mereka siap menjadi tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing tinggi di industri migas," ujar Dwi Purwanto.

Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pusat pelatihan seperti PPSDM Migas, diharapkan mata rantai antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja ahli dapat terjalin dengan lebih harmonis dan berkelanjutan.