BPSDM ESDM Dorong Penguatan SDM untuk Percepat Transisi Energi melalui Lokakarya Internasional

BPSDM ESDM Dorong Penguatan SDM untuk Percepat Transisi Energi melalui Lokakarya Internasional
13 Feb, 2026

BPSDM ESDM Dorong Penguatan SDM untuk Percepat Transisi Energi melalui Lokakarya Internasional

13 February 2026 | Seputar BPSDM ESDM



Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM (BPSDM ESDM) bekerja sama dengan GIZ Energy Programme menyelenggarakan lokakarya internasional bertajuk From Ambition to Affordability: Lessons Learned from India’s 3 Cents USD/kWh Solar Journey, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog kebijakan untuk menggali pembelajaran dari pengalaman India dalam menurunkan tarif pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga sekitar 3 sen dolar AS per kWh, sekaligus merumuskan strategi yang relevan bagi pengembangan energi surya di Indonesia.

Kepala BPSDM ESDM menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase penting dalam transformasi sistem ketenagalistrikan nasional.

“Indonesia saat ini berada pada titik krusial dalam transformasi sistem ketenagalistrikan nasional,” ujar Kepala BPSDM ESDM dalam sambutan pembukaan kegiatan.

Ia menjelaskan, komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat telah diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan, termasuk melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menempatkan energi surya sebagai salah satu kontributor utama dalam bauran energi nasional.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa transisi energi tidak hanya diukur dari besarnya target dan kapasitas terpasang.

“Transisi energi tidak dapat didefinisikan hanya melalui target dan kapasitas terpasang. Transisi energi juga harus mampu menjawab pertanyaan mendasar, yaitu bagaimana ambisi tersebut dapat dicapai secara efisien dari sisi biaya, dengan kinerja sistem yang andal serta pengelolaan risiko yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, pengalaman India dalam menurunkan tarif listrik tenaga surya hingga sekitar 3 sen dolar AS per kWh memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi Indonesia.

“Keberhasilan tersebut tidak hanya didorong oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kebijakan yang konsisten, desain pengadaan yang transparan, pembagian risiko yang lebih seimbang, serta kesiapan infrastruktur dan kelembagaan,” ujarnya.

Kepala BPSDM ESDM juga menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan institusi.

“Kerangka regulasi yang kuat dan selaras, perencanaan sistem yang andal, serta kontrak yang bankable hanya dapat berfungsi secara efektif apabila didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap aspek teknis, ekonomi, hukum, dan operasional,” katanya.

Lokakarya ini merupakan bagian dari kerja sama teknis antara Kementerian ESDM dan GIZ Energy Programme, khususnya melalui proyek Renewable Energy to Grid (RE2Grid) yang berfokus pada transformasi sistem ketenagalistrikan serta peningkatan kontribusi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pemerintah Negara Bagian Madhya Pradesh, India, yang terlibat langsung dalam pengembangan kebijakan energi terbarukan, pengelolaan solar park, serta mekanisme lelang PLTS, untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mendorong daya saing pembangkit surya.