PRABUMULIH – Seiring dengan percepatan pengeboran di
blok-blok strategis tanah air, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak
dan Gas Bumi (PPSDM Migas) mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan
pelatihan Inspektur Rig. Kegiatan yang ditujukan bagi 20 personel PT Pertamina
Hulu Rokan (PHR) ini berlangsung pada 27 hingga 28 Januari 2026 di Prabumulih.
M. Samsul
Hadi Alam, pemimpin pelatihan ini, menekankan bahwa peran seorang inspektur
bukan sekadar pengawas teknis, melainkan penjamin keselamatan aset negara.
"Kami
mengarahkan setiap peserta untuk memiliki pola pikir yang kritis dan detail.
Seorang inspektur rig harus mampu mendeteksi potensi kegagalan sebelum terjadi
kecelakaan, karena di industri ini, satu kesalahan kecil dalam inspeksi bisa
berdampak fatal bagi keselamatan jiwa dan keberlangsungan energi
nasional," tegas M. Samsul Hadi Alam.
Pelatihan
ini merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumur-sumur yang ada dan
eksplorasi sumur baru. Mengingat rig merupakan aset vital dengan risiko
operasional tinggi, penguasaan terhadap regulasi terbaru, metode inspeksi,
hingga penyusunan laporan yang kredibel menjadi kompetensi mutlak yang harus
dimiliki oleh tenaga teknik di lapangan.
“Materi
yang disajikan dalam pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan safety
dan operational excellence. Peserta tidak hanya mendalami rencana
inspeksi secara teoretis, tetapi juga diterjunkan pada simulasi inspeksi
peralatan rig menggunakan check list terstandar. Hal ini dilakukan guna
memastikan setiap komponen alat bor berfungsi optimal tanpa celah kerusakan
yang berpotensi menghambat produksi,” ungkap Syamsul.
Di industri
migas saat ini, akurasi data hasil inspeksi merupakan kunci dalam meminimalisir
Non-Productive Time (NPT). Dengan laporan inspeksi yang sistematis,
manajemen dapat melakukan langkah preventif sehingga diharapkan operasional pengeboran
di wilayah Rokan dapat berjalan lebih aman dan efisien, sekaligus menjadi pilar
pendukung utama bagi target kedaulatan energi Indonesia.