
BDTBT-Sawahlunto, Rabu, 21
Januari 2026 Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT)
memberikan dukungan teknis kepada masyarakat dalam melakukan pengecekan gas
yang muncul di lingkungan permukiman warga, di Jorong Batang Lalan Nagari Lalan
Kecamatan Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini dilakukan sebagai
langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah
potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh keberadaan gas.
Pengecekan gas dilakukan
menyusul adanya aktivitas penggalian tanah oleh warga untuk pembuatan sumur
bor. Proses penggalian tersebut menggunakan peralatan pengeboran tanah, yang
diduga memicu keluarnya gas dari lapisan bawah permukaan. Kondisi ini menimbulkan
kekhawatiran masyarakat akan potensi bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan
lingkungan sekitar.
Menindaklanjuti hal tersebut,
melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat, dua orang
pegawai BDTBT hadir memberikan pendampingan teknis dengan melakukan pengukuran
dan pemantauan gas menggunakan peralatan deteksi yang dimiliki. Berdasarkan
hasil pengukuran di temukan gas metana (CH4) dan hydrogen sulfida (H₂S). CH₄ atau gas metana bersifat
tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit terdeteksi tanpa alat khusus.
Meskipun tidak bersifat racun, kadar CH₄ yang tinggi dapat menggantikan
oksigen di udara dan menyebabkan sesak napas hingga kehilangan kesadaran
Kegiatan ini merupakan bentuk
kepedulian dan peran aktif BDTBT dalam mendukung keselamatan masyarakat,
sekaligus sebagai upaya edukasi agar warga lebih memahami pentingnya aspek
keselamatan dalam setiap aktivitas yang berhubungan dengan penggalian tanah dan
pekerjaan bawah permukaan.
Tags :