Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) secara resmi membuka Program Pelatihan dan
Sertifikasi gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak
tenaga kerja lokal yang handal dan tersertifikasi sesuai kebutuhan industri
energi nasional.
Sebanyak 75 peserta yang berasal dari
wilayah operasional migas, seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim, Blora,
Gresik, Bojonegoro, Tuban, Balikpapan, Kutai Kartanegara, hingga Ogan Ilir,
mengikuti pembukaan program ini di ruang pertemuan lantai 3 kantor PPSDM Migas,
Cepu, Jawa Tengah, pada Senin (19/01/2026).
Program ini dirancang khusus untuk
membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang
memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Adapun skema
sertifikasi yang dibuka meliputi tiga bidang yaitu Juru Las (Welding),
Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) Migas Tingkat Operator, dan Scaffolding Tingkat Operator Dasar
Kepala PPSDM Migas, Waskito Tunggul
Nusanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai
"paspor" bagi tenaga kerja untuk memasuki dunia industri yang
kompetitif.
"Program ini adalah bentuk
komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah
penghasil migas. Kami ingin memastikan bahwa pemuda-pemudi dari daerah dapat menjadi aktor utama yang memiliki keahlian teknis sesuai standar
industri yang diakui secara nasional," ujar Waskito.
Kegiatan ini akan berlangsung di PPSDM
Migas. Untuk bidang K3 Migas dan Scaffolding, pelatihan dijadwalkan berakhir
pada 30 Januari 2026. Sementara itu, untuk bidang Juru Las, mengingat
kompleksitas praktik yang dibutuhkan, pelatihan akan berlangsung lebih lama
hingga 6 Februari 2026.
Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh
perwakilan dari berbagai pemerintah daerah guna memastikan sinergi antara pusat
dan daerah dalam penyerapan tenaga kerja. Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi (Disnakertrans) dari Musi Banyuasin, Blora, dan Muara Enim.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari
Kabupaten Ogan Ilir, tamu undangan dari Pemkab Bojonegoro dan Tuban, serta
jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan PPSDM Migas. Kehadiran
para pimpinan daerah ini menunjukkan besarnya harapan agar alumni pelatihan ini nantinya dapat langsung berkontribusi di perusahaan-perusahaan
migas yang beroperasi di wilayah masing-masing.