Sinergi PPSDM Migas & Pertamina Patra Niaga RJBT: Perkuat Aspek HSE Lewat Pelatihan Pemadam Kebakaran Intensif

Sinergi PPSDM Migas & Pertamina Patra Niaga RJBT: Perkuat Aspek HSE Lewat Pelatihan Pemadam Kebakaran Intensif
22 Jan, 2026

Sinergi PPSDM Migas & Pertamina Patra Niaga RJBT: Perkuat Aspek HSE Lewat Pelatihan Pemadam Kebakaran Intensif

22 January 2026 | Seputar BPSDM ESDM

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memperkuat aspek keselamatan kerja di sektor energi. Pada tanggal 13 hingga 15 Januari 2026, PPSDM Migas sukses menyelenggarakan pelatihan Fire Fighting (Pemadam Kebakaran) yang ditujukan khusus bagi para pekerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan dalam dua gelombang (batch) guna memastikan efektivitas penyerapan materi. Sebanyak 47 pekerja terlibat aktif dalam simulasi dan teori pemadaman api yang dirancang sesuai dengan standar operasional prosedur industri migas yang ketat.

Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari identifikasi sumber api, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga teknik pemadaman api besar. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko mengingat tingginya risiko kerja di lingkungan distribusi energi.

Pemimpin pelatihan, Didiek Heru W., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun budaya keselamatan yang tangguh.

"Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi nyawa dan aset perusahaan. Kami membekali 47 peserta ini dengan keterampilan teknis dan mentalitas yang tenang saat menghadapi situasi darurat. Target kami adalah zero accident melalui kesiapsiagaan personel yang terlatih secara profesional di lapangan," ujar Didiek saat ditemui di lokasi pelatihan.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para pekerja Pertamina Patra Niaga RJBT diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat, sehingga operasional distribusi energi di wilayah Jawa Bagian Tengah dapat berjalan lebih aman dan lancar.