
JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick-off Meeting Carbon2Price Project yang diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta. Kegiatan ini merupakan langkah awal pelaksanaan program kerja sama antara GIZ dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang akan berlangsung selama periode 2026–2029 guna memperkuat ekosistem karbon nasional, khususnya di sektor energi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim, Direktorat Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GIZ, Komite Akreditasi Nasional (KAN), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), PT PLN (Persero), serta lembaga validasi dan verifikasi (LVV). PPSDM KEBTKE diwakili oleh Budiman R. Saragih, Endang Widayati, dan Pranawaningtyas.

Dalam paparannya, GIZ menjelaskan bahwa Carbon2Price Project dirancang untuk mendukung implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia sejalan dengan arah kebijakan terbaru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025. Program ini berfokus pada penguatan sistem perdagangan emisi gas rumah kaca (GRK), pengembangan pasar karbon yang lebih efektif, serta peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika pasar karbon global.
Salah satu perubahan mendasar yang diperkenalkan melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 adalah penyelarasan kebijakan iklim dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, regulasi tersebut juga menyederhanakan proses bisnis perdagangan offset emisi melalui pengakuan langsung terhadap standar internasional sehingga pasar karbon dapat beroperasi sepanjang tahun. Peraturan ini juga memperkuat tata kelola yang lebih terdesentralisasi melalui pembagian kewenangan yang jelas antara pemerintah pusat, kementerian sektoral, dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC).
Pada kesempatan tersebut, Budiman R. Saragih selaku perwakilan PPSDM KEBTKE menyampaikan materi bertajuk “Masukan dan Rekomendasi terhadap Prioritas Pengembangan Kapasitas SDM untuk Implementasi Nilai Ekonomi Karbon di Sektor Energi.” Dalam paparannya, Budiman menyoroti berbagai upaya yang telah dilakukan PPSDM KEBTKE dalam mendukung implementasi NEK, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan standar kompetensi kerja, hingga pembangunan ekosistem sertifikasi profesi yang mendukung pengembangan pasar karbon nasional.

Diskusi juga mengidentifikasi sejumlah area kolaborasi yang beririsan langsung dengan tugas dan fungsi PPSDM KEBTKE, antara lain pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi para profesional pasar karbon dan NEK, serta penguatan kapasitas tenaga ahli yang bergerak di bidang validasi dan verifikasi emisi. Program-program tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya SDM yang kompeten dan berdaya saing dalam mendukung implementasi kebijakan karbon nasional.
Bagi PPSDM KEBTKE, pelaksanaan Carbon2Price Project menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran lembaga dalam pengembangan kompetensi SDM sektor energi yang adaptif terhadap perkembangan pasar karbon global. Program yang didanai oleh GIZ ini tidak hanya mengacu pada mekanisme yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan global terkait carbon offset, Emission Trading System (ETS), hubungan transaksi karbon antarnegara, serta peran lembaga registrasi internasional dalam tata kelola karbon.

Sebagai tindak lanjut, GIZ berencana melakukan kunjungan ke PPSDM KEBTKE untuk mendiskusikan dan memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi pengajar dan penguji di bidang NEK, serta mengidentifikasi kebutuhan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) guna mendukung pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi. GIZ juga mengharapkan keterlibatan aktif PPSDM KEBTKE dalam seluruh rangkaian kegiatan Carbon2Price Project yang akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.
Melalui keterlibatan dalam program ini, PPSDM KEBTKE menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten dalam menghadapi tantangan transisi energi serta implementasi nilai ekonomi karbon di Indonesia.