TANGERANG – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia sektor energi melalui penyelenggaraan Pelatihan Teknis Persiapan Uji Kompetensi Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (SPKLU) dan Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan pada 17–19 Juni 2026 di PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Kota Tangerang.

Kegiatan yang diikuti oleh 10 peserta ini terdiri atas pelatihan teknis selama dua hari pada 17–18 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan uji sertifikasi kompetensi pada 19 Juni 2026. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya mendukung percepatan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik nasional melalui penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dalam sambutannya, Manager Strategi Pemasaran PT PLN UID Banten, Muhammad Habib Tohir, menyampaikan bahwa Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) saat ini bukan lagi menjadi hal yang baru di masyarakat. Menurutnya, berbagai dinamika global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya kesadaran terhadap penggunaan energi yang lebih bersih akan semakin mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbasis bahan bakar fosil atau Internal Combustion Engine (ICE) menuju kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Ia menegaskan bahwa pada masa mendatang kendaraan listrik tidak lagi sekadar menjadi alternatif pilihan, melainkan berpotensi menjadi kebutuhan, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan pembelian kendaraan roda dua maupun roda empat untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur pengisian daya dan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi tersebut.
Lebih lanjut, Habib menjelaskan bahwa PLN terus mempercepat pengembangan infrastruktur SPKLU melalui berbagai pola kemitraan strategis. Saat ini PLN memiliki lima skema kerja sama pengembangan SPKLU yang dirancang untuk mendukung implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“PLN sangat mendukung kegiatan ini dan dengan senang hati memberikan pendampingan dalam praktik pemanfaatan SPKLU di lingkungan PLN UID Banten. Kami berharap peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai aspek teknis maupun operasional SPKLU sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Project Manager Program ENTREV, Nasrullah Salim, menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan di Tangerang merupakan kegiatan kelima sekaligus penutup dari rangkaian Program ENTREV yang sebelumnya telah diselenggarakan di Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan.
Menurutnya, program ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik nasional melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan dan pengoperasian infrastruktur kendaraan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Nasrullah juga mengapresiasi para peserta yang telah terpilih mengikuti program ini dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas profesional di bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik.
“Peserta yang hadir merupakan individu-individu terpilih yang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi pada sektor yang sangat strategis. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung percepatan transisi energi nasional,” ungkapnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai perkembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan infrastruktur SPKLU, regulasi pendukung serta implementasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi teknis terkait pengoperasian dan pemeliharaan SPKLU roda empat yang disampaikan oleh instruktur berpengalaman. Materi tersebut diperkuat melalui sesi praktik pengoperasian SPKLU yang bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap aspek operasional, keselamatan kerja, dan pemeliharaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif dengan mengombinasikan metode pembelajaran di kelas, diskusi, serta praktik lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi terkait tantangan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Melalui dukungan PT PLN UID Banten, peserta juga memperoleh kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan langsung pengoperasian fasilitas SPKLU sehingga memperoleh pengalaman yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta mengikuti uji sertifikasi kompetensi pada 19 Juni 2026 sebagai bagian dari proses pengakuan kompetensi sesuai standar yang berlaku. Sertifikasi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja kompeten pada sektor kendaraan listrik yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini, PPSDM KEBTKE terus berkomitmen menyiapkan SDM ketenagalistrikan yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi energi masa depan. Ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang SPKLU diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik nasional serta mendukung target pemerintah dalam mewujudkan transisi energi menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.(Asih)