Dukung Dekarbonisasi Sektor Energi, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Trainer RDF

Dukung Dekarbonisasi Sektor Energi, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Trainer RDF
17 Jun, 2026

Dukung Dekarbonisasi Sektor Energi, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Trainer RDF

17 June 2026 | Seputar BPSDM ESDM

JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Refuse-Derived Fuel (RDF) pada 17–19 Juni 2026 di Kampus PPSDM KEBTKE, Ciracas, Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 23 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai upaya memperkuat kapasitas SDM dalam mendukung implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi yang berkelanjutan.

 SZCQkNv4AETWnx9JKjJMtI0YqZ5W2Br1Kx06DPFu.jpg

Pelatihan ini merupakan bagian dari proses transfer pengetahuan hasil pelaksanaan Program RDFact (Optimisation of Refuse-Derived Fuel to Decarbonise Energy Sector and Achieve NDCs Target of Indonesia), sebuah program kolaborasi antara Direktorat Bioenergi Ditjen EBTKE, Resilience Development Initiative (RDI), University of Queensland, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Department of Climate Change, Energy, the Environment and Water (DCCEEW) Australia.

 

Dalam sambutannya, Koordinator Proyek RDFact, Baihaqi Muhammad, menegaskan pentingnya keberlanjutan transfer pengetahuan yang telah dihasilkan selama pelaksanaan proyek RDFact. Melalui pendekatan Training of Trainers, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis RDF, tetapi juga mampu menjadi fasilitator dan agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan tersebut di lingkungan kerja masing-masing.

 lchseY3BzV225sCpewpdtyDtIovqwQCkBOnLHlT1.jpg

Kepala PPSDM KEBTKE, Edi Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan besar yang saling berkaitan, yaitu meningkatnya volume sampah dan kebutuhan untuk mempercepat transisi energi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

“Pemanfaatan Refuse-Derived Fuel atau RDF hadir sebagai salah satu solusi yang mampu menjawab kedua isu tersebut. RDF tidak hanya membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga mengubah apa yang sebelumnya dianggap sebagai masalah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

 qQnwROXiKXFZHWOe8SfCivZqNGztsHOmVZWToCTj.jpg

Lebih lanjut, Edi menekankan bahwa keberhasilan implementasi RDF sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan ASN yang memiliki kompetensi teknis dan kemampuan mengajar sehingga dapat memperluas pemahaman mengenai RDF di lingkungan Kementerian ESDM.

 

Sementara itu, Direktur Bioenergi, Noor Arifin Muhammad, yang hadir dan membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dalam mendukung pengembangan bioenergi dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif. Ia berharap hasil pelatihan dapat menjadi modal penting bagi peserta dalam mendukung implementasi kebijakan energi berkelanjutan dan ekonomi sirkular di Indonesia.

 jT74tES0GyG097E7UZ87gZxfcz2ZUxVEGVHQhhEX.jpg

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembelajaran komprehensif yang mencakup enam tema utama, yaitu pengetahuan dasar RDF, teknologi dan identifikasi risiko, analisis tekno-ekonomi, desain bisnis RDF, monitoring dan evaluasi, serta analisis dampak sosial ekonomi. Materi disampaikan oleh para ahli dari RDI, BRIN, dan praktisi industri yang memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek RDF di Indonesia.

 

Melalui kegiatan ini, PPSDM KEBTKE berharap para peserta dapat menjadi trainer dan narasumber yang kompeten dalam bidang RDF, sehingga proses transfer pengetahuan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mendorong percepatan implementasi teknologi waste-to-energy sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor energi nasional serta pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

 

Penyelenggaraan Training of Trainers RDF ini sekaligus menegaskan komitmen PPSDM KEBTKE dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap mendukung transformasi energi menuju masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing.