CEPU – Dalam rangka memperkuat kualitas sumber
daya manusia (SDM) di sektor minyak dan gas bumi, Pusat Pengembangan Sumber
Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menyelenggarakan sosialisasi
bagi para pejabat fungsional instruktur pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh para instruktur di
lingkungan PPSDM Migas ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Instruktur
sekaligus Subkoordinator Sarana dan Laboratorium PPSDM Migas, Amelia Eka
Lestari. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Direktur Bina
Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kemnaker RI, Teguh Djatmiko, serta Ketua
Perkumpulan Instruktur Pelatihan Kerja Republik Indonesia (PILAR-RI), Iwan Setiawan.
Dalam sambutannya, Koordinator Instruktur
menegaskan pentingnya posisi instruktur dalam mencetak tenaga kerja yang andal
dan kompeten di industri energi.
"Jabatan Fungsional Instruktur memiliki
peran strategis dalam penyelenggaraan pelatihan kerja dan peningkatan
kompetensi tenaga kerja, khususnya di sektor minyak dan gas bumi di PPSDM Migas,"
ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa upaya
peningkatan kapasitas instruktur harus dijalankan secara sistematis dan
terintegrasi dengan regulasi nasional.
"Oleh karena itu, pembinaan jabatan
fungsional ini harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan selaras
dengan kebijakan yang berlaku. Kehadiran PILAR RI diharapkan menjadi wadah yang
mampu memperkuat profesionalisme, kompetensi, dan jejaring antar-Instruktur,
tidak hanya di lingkungan KESDM tetapi juga di seluruh unit kerja terkait,
termasuk di Kemenaker RI," tambahnya.
Sesi pemaparan diawali oleh Direktur Bina
Instruktur dan Tenaga Pelatihan Kemnaker RI, Teguh Djatmiko, yang memaparkan
materi mengenai Kebijakan Pembinaan Jabatan Fungsional Instruktur. Materi
tersebut memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan nasional serta regulasi
terkini dalam pengembangan karier fungsional instruktur.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi
dari Ketua PILAR-RI, Iwan Setiawan, yang membawakan topik PILAR RI sebagai
Wadah Penguatan Profesionalisme, Kompetensi, dan Jejaring Jabatan Fungsional
Instruktur. Dalam paparan ini, dibahas peran organisasi profesi dalam
memfasilitasi kolaborasi dan pengembangan kapasitas para tenaga pelatih kerja
secara nasional.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini,
diharapkan terbangun hubungan kerja sama yang harmonis di antara seluruh
pemangku kepentingan dalam ekosistem pelatihan kerja.
"Terbangun sinergi yang kuat antara
instansi pembina, unit kerja, pengelola kepegawaian, organisasi profesi, dan
para Instruktur. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya
bagi kita semua, khususnya dalam meningkatkan kualitas Instruktur di lingkungan
Kementerian ESDM dan mitra kerja lainnya," tutupnya.
Tags :