Bandung – Sebanyak 29 peserta dari berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Juru Ledak Kelas II Angkatan X yang diselenggarakan PPSDM Geominerba pada 5–10 Oktober 2026 di Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menjalankan tugas peledakan secara aman dan sesuai standar teknis.
Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, membuka pelatihan pada Senin (5/10). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan kerja dan mendukung efisiensi operasional pertambangan, termasuk pada kegiatan peledakan.
Juru Ledak Kelas II memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan pelaksanaan peledakan berjalan aman dan efektif. Oleh karena itu, pemahaman mengenai peran, tanggung jawab, serta ketentuan keselamatan perlu didukung keterampilan teknis yang teruji melalui pelatihan dan sertifikasi.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai peraturan keselamatan bahan peledak dan peledakan, pengangkutan bahan peledak, peramuan bahan peledak, serta persiapan dan penerapan peledakan. Peserta juga mempelajari pemeriksaan pascapeledakan sebagai bagian dari rangkaian pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan.
Proses pembelajaran didukung pengajar dari PPSDM Geominerba dan Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara. Selain pembekalan materi, kegiatan mencakup praktik lapangan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap penerapan pengetahuan teknis. Rangkaian program juga mencakup uji kompetensi oleh LSP ESDM sebagai bagian dari proses sertifikasi.
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan upaya PPSDM Geominerba dalam mendukung tersedianya tenaga pertambangan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab sebagai juru ledak secara profesional serta berkontribusi terhadap penguatan budaya keselamatan di lingkungan kerjanya. (EP)