CEPU — Menjaga
stabilitas dan keberlanjutan produksi migas nasional tidak hanya bergantung
pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada keandalan para personel di
lapangan. Menyadari kondisi tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) kembali menggandeng ExxonMobil Cepu Limited
(EMCL) dalam penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi dengan judul Perawatan
Sumur Tingkat Ahli Pengendali Perawatan Sumur dan pelatihan Instrumentasi
Tingkat Teknisi 2 yang berlangsung pada 5 hingga 10 Oktober 2026 di Cepu, Jawa
Tengah.
Pelatihan ini diikuti oleh
pekerja dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), salah satu kontraktor kontrak
kerja sama (KKKS) yang memegang peranan peran sebagai penghasil minyak dan gas
bumi terbesar di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan keandalan
operasi di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, tetap berada pada tingkat optimal
dan memenuhi standar keselamatan kerja yang berlaku.
Pengajar kelas Instrumentasi
PPSDM Migas, Arsyadi Hidayat, menekankan pentingnya penguasaan sistem kontrol
dan instrumentasi mutakhir dalam menjaga keandalan fasilitas produksi migas.
"Sistem instrumentasi
merupakan 'saraf pusat' dari seluruh fasilitas produksi migas. Melalui
pelatihan Instrumentasi Tingkat Teknisi 2 ini, peserta pelatihan diajarkan
untuk memahami kalibrasi, pemeliharaan, hingga pemecahan masalah sistem kontrol
secara presisi. Keahlian ini untuk mencegah downtime operasional dan menjaga
keselamatan kerja di area operasi skala besar seperti EMCL," ujar Arsyadi
Hidayat di sela-sela kegiatan pelatihan.
Sementara itu, pada kelas
Perawatan Sumur Tingkat Ahli Pengendali Perawatan Sumur, para peserta dibekali
dengan pemahaman mengenai teknik Rig Equipment and Fishing Tools, Well
Control, Well Control Simulation, Surface and Sub Surface Equipment, dan
Completion
Fluids.
Sinergi berkelanjutan antara
PPSDM Migas dan EMCL ini diharapkan dapat terus mendongkrak efisiensi
operasional serta mendukung target produksi minyak bumi nasional secara
berkelanjutan dan aman.
Tags :