JAKARTA – Dalam upaya memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menganalisis dan mengevaluasi aspek keekonomian investasi energi terbarukan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Analisis Finansial dan Ekonomi Investasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Pelatihan yang dilaksanakan secara daring melalui metode distance learning ini berlangsung selama tiga hari, pada 3–5 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PPSDM KEBTKE dalam mendukung pengembangan kompetensi ASN Kementerian ESDM agar mampu memahami secara komprehensif aspek teknis, finansial, dan ekonomi dalam pengembangan proyek energi panas bumi.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan dan pengelolaan sektor panas bumi. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan akan peningkatan kapasitas dalam bidang analisis investasi energi terbarukan yang semakin strategis dalam mendukung transisi energi nasional.

Untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test melalui Learning Management System (LMS) Kementerian ESDM, yaitu aplikasi SMILE. Hasil evaluasi awal ini akan menjadi salah satu indikator dalam mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh pembelajaran melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dilaksanakan secara langsung melalui aplikasi Zoom. PPSDM KEBTKE menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang panas bumi, Ir. Mochamat Ali Ashat, Dipl. Geothermal, En. Tech., dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang membawakan seluruh materi pelatihan.
Materi yang disampaikan dirancang secara sistematis untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aspek risiko, finansial, hingga evaluasi kelayakan investasi proyek panas bumi. Adapun pokok bahasan pelatihan meliputi: Hari Pertama (3 Juni 2026): Potensi Risiko Proyek PLTP dan Konsep Dasar Analisis Finansial Investasi Panas Bumi. Hari Kedua (4 Juni 2026): Metode Evaluasi dan Analisis Kelayakan Proyek Panas Bumi. Hari Ketiga (5 Juni 2026): Latihan, pembahasan studi kasus, evaluasi akhir, serta penutupan kegiatan.

Pada sesi awal, narasumber menekankan pentingnya pemahaman terhadap parameter ekonomi dan risiko proyek sebagai fondasi dalam penyusunan dan evaluasi investasi panas bumi. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar penyusunan arus kas (cash flow) proyek panas bumi, baik pada skema pengelolaan sebelum maupun sesudah perubahan regulasi sektor panas bumi.
Pembahasan materi mencakup berbagai komponen penting dalam analisis ekonomi proyek, antara lain: Komponen Pendapatan dan Biaya Proyek
Meliputi perhitungan pendapatan berdasarkan kapasitas pembangkitan, faktor kapasitas, dan harga jual listrik, serta potensi pendapatan tambahan dari mekanisme pengurangan emisi karbon. Selain itu, peserta mempelajari struktur investasi modal (capital investment) dan biaya operasional (operating expenses) yang menjadi dasar perhitungan kelayakan proyek.

Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengaruh depresiasi dan amortisasi terhadap perhitungan laba kena pajak, termasuk metode penyusutan yang umum digunakan dalam proyek energi. Materi juga membahas perkembangan kebijakan perpajakan panas bumi di Indonesia yang berpengaruh terhadap tingkat pengembalian investasi.
Sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, peserta mempelajari berbagai indikator finansial utama seperti Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA), Earnings Before Interest and Taxes (EBIT), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), serta Pay Out Time (POT).
Melalui pelatihan ini, PPSDM KEBTKE berharap para ASN Kementerian ESDM semakin memiliki kemampuan yang terstandar dalam melakukan analisis finansial dan ekonomi investasi proyek panas bumi. Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan strategis guna mempercepat pengembangan energi bersih serta mewujudkan target transisi energi nasional yang berkelanjutan.
Tags :