JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Evaluasi dan Monitoring Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Bidang Ketenagalistrikan. Kegiatan yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 22-24 April 2026.
Mengingat pentingnya optimalisasi produk dalam negeri, pelatihan ini dilaksanakan secara daring (distance learning) dan diikuti oleh 10 orang peserta pilihan dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama dimulai dengan pelaksanaan pre-test melalui platform LMS SMILE PPSDM KEBTKE. Tahapan ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman dasar serta kesiapan para peserta mengenai regulasi dan kebijakan TKDN sebelum mendalami materi teknis yang lebih kompleks dari para narasumber.
Setelah sesi pembukaan dan evaluasi awal, para peserta langsung menerima pemaparan materi kunci. Materi pertama yang disampaikan berfokus pada Regulasi dan Kebijakan TKDN Ketenagalistrikan. Dalam sesi ini, dibahas landasan hukum krusial seperti: Keputusan Menteri ESDM Nomor 191.K/2024 tentang batas minimum nilai TKDN gabungan barang dan jasa. Keputusan Dirjen Ketenagalistrikan No. 364.K/2024 mengenai tata cara penghitungan pemenuhan nilai TKDN. Keputusan Dirjen EBTKE No. 150.K/2024 yang mengatur aspek teknis pada proyek energi terbarukan.

Selain regulasi, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai implementasi operasional melalui sistem informasi seperti Buku Apresiasi Produk Dalam Negeri (APDN) yang kini telah terintegrasi secara online melalui aplikasi SIUJAN.
Selama tiga hari pelatihan, kurikulum tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga mencakup simulasi evaluasi dan monitoring TKDN pada berbagai infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk. Di akhir kegiatan, para peserta mengikuti post-test untuk mengukur tingkat penyerapan materi serta keberhasilan pembelajaran yang telah diikuti.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para ASN Kementerian ESDM memiliki kompetensi yang mumpuni dalam melakukan pengawasan dan verifikasi penggunaan komponen dalam negeri. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kemandirian industri nasional dan memastikan proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat Indonesia.