
JAKARTA – Dalam upaya mendukung terciptanya efisiensi energi di sektor industri nasional, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Manajer Energi. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 April 2026, yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini diikuti peserta yang berasal dari berbagai latar belakang industri terkait. Program ini dirancang untuk membekali para profesional dengan kompetensi yang sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Manajer Energi, khususnya merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 33 Tahun 2023.

Mengawali rangkaian kegiatan pada Senin pagi (20/04), para peserta diwajibkan mengikuti pre-test melalui Learning Management System (LMS) PPSDM KEBTKE. Tahapan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal dan kompetensi dasar para peserta terkait sistem manajemen energi sebelum menerima pendalaman materi dari para ahli.
Selama tiga hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan intensif dari para instruktur berpengalaman. Beberapa materi kunci yang disampaikan antara lain:
Penyusunan Konteks Organisasi: Disampaikan oleh Ahmad Khulaemi, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya menentukan isu strategis dan pihak berkepentingan dalam kinerja energi. Penyusunan Rencana Energi: Membahas mengenai pengumpulan data, penggunaan alat ukur (seperti power analyzer dan thermal camera), hingga penentuan baseline energi. Peningkatan Sistem Manajemen Energi: Materi lanjutan yang dibawakan oleh RR. Endang Widayati, S.T., M.T., mengenai langkah-langkah perbaikan berkelanjutan sesuai standar ISO 50001.

Diskusi interaktif dan tugas mandiri, seperti simulasi penentuan ruang lingkup dan batasan energi pada organisasi masing-masing, menjadi bagian penting dari dokumentasi kegiatan ini guna memastikan aspek praktis dapat dikuasai oleh peserta.
Menutup sesi pelatihan pada Rabu sore (22/04), para peserta melaksanakan post-test. Ujian ini bertujuan untuk mengukur tingkat penyerapan materi serta keberhasilan pembelajaran yang telah diikuti selama pelatihan berlangsung.

Puncak dari rangkaian program ini adalah pelaksanaan Uji Sertifikasi yang digelar pada tanggal 23 dan 24 April 2026 secara online. Melalui uji kompetensi ini, para peserta akan dinilai kelayakannya untuk mendapatkan sertifikasi resmi sebagai Manajer Energi yang diakui secara nasional, sehingga siap diimplementasikan untuk mengoptimalkan konsumsi energi di perusahaan masing-masing.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan industri di Indonesia semakin kompetitif melalui pengelolaan energi yang lebih efisien, sistematis, dan berkelanjutan.