Akselerasi Digitalisasi Energi, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Sistem Smart Grid bagi ASN KESDM

Akselerasi Digitalisasi Energi, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Sistem Smart Grid bagi ASN KESDM
22 Apr, 2026

Akselerasi Digitalisasi Energi, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Sistem Smart Grid bagi ASN KESDM

22 April 2026 | Seputar BPSDM ESDM

4S5w52BkEzhyXHGGbNb43XhnZcd4lEKfuaDVbzKM.jpg

JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Sistem Smart Grid bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kegiatan ini berlangsung pada 21–23 April 2026 dan dilaksanakan secara daring (distance learning).

 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Koordinator Penyelenggaraan Sarana Prasarana dan Pengembangan SDM, Elin Lindiasari, yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian ESDM dalam meningkatkan kompetensi teknis SDM, khususnya dalam menghadapi transformasi sistem energi menuju infrastruktur yang lebih cerdas, efisien, dan terintegrasi.

 rjGxKpRnZhl30xMidF9UF6hGHVMcju9PslNQGlYi.jpg

Sebelum memasuki sesi utama, peserta mengikuti pre-test melalui Learning Management System (LMS) PPSDM KEBTKE untuk mengukur tingkat pemahaman awal terkait konsep smart grid. Tahapan ini menjadi dasar dalam memastikan efektivitas penyampaian materi selama pelatihan.

 

Pelatihan menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, salah satunya Dr. Chairul Hudaya dari Universitas Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek strategis pengembangan smart grid, antara lain implementasi sistem berbasis teknologi seperti Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Battery Energy Storage System (BESS), serta integrasi energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai manajemen jaringan yang andal, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pemeliharaan sistem, serta penguatan keamanan siber (cybersecurity) pada infrastruktur energi.

 RfwhzgTdmmqXQuc7TxQOxPdLp5mbZFWAgH2XQ8c0.jpg

Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, peserta diwajibkan mengikuti post-test di akhir kegiatan guna mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Hasil pelatihan ini juga berkontribusi sebagai salah satu komponen dalam peningkatan Indeks Profesionalitas (IP) ASN.

 

Melalui pelatihan ini, diharapkan ASN Kementerian ESDM mampu berperan aktif sebagai penggerak transformasi digital di sektor energi, dalam rangka mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

 cnXWvk9ccUCIVojGnSy67IUYXaPNbgCQyQddJ8ok.jpg

“Penyelenggaraan pelatihan secara daring menuntut kedisiplinan dan manajemen waktu yang baik. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi secara optimal, sehingga materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung kinerja,” pungkas Elin Lindiasari.