Sinergi PPSDM KEBTKE - Dinas ESDM Jabar Bekali 18 Orang Masyarakat Jabar Kompetensi IPTL
JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat dalam menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Pemanfaatan Listrik Tegangan Rendah bagi Pelaksana Madya (Angkatan 3).

Kegiatan yang berlangsung di kantor PPSDM KEBTKE, Jakarta, ini dijadwalkan terlaksana mulai tanggal 13 hingga 15 April 2026 untuk sesi pelatihan, dan dilanjutkan dengan uji kompetensi (sertifikasi) pada 16 hingga 18 April 2026.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala PPSDM KEBTKE yang diwakili oleh Sub Koordinator Penyelenggaraan Pengembangan SDM, Rifka Sofianita, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan tenaga teknik ketenagalistrikan yang handal dan memenuhi standar regulasi.

"Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara PPSDM KEBTKE dan Dinas ESDM Jabar untuk menyiapkan tenaga teknik yang kompeten sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pelatihan ini diikuti oleh 18 peserta dari masyarakat Jawa Barat dengan total 30 jam pelajaran yang mencakup teori dan praktik," ujar Rifka.
Proses uji kompetensi sendiri akan dilakukan secara komprehensif melalui tiga tahapan utama yaitu ujian tulis, praktik, dan wawancara. Seluruh materi disampaikan oleh para Widyaiswara ahli, sementara penilaian dilakukan oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) PPSDM KEBTKE.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, dalam arahannya menekankan pentingnya aspek keandalan dan keselamatan dalam penyediaan listrik bagi masyarakat. Menurutnya, listrik bukan hanya soal akses, tetapi juga soal keberlanjutan.
"Kebutuhan masyarakat akan listrik sangat tinggi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi melalui berbagai program, termasuk listrik gratis. Namun, aspek keandalan dan keselamatan instalasi harus menjadi prioritas utama yang dijaga bersama," tegas Bambang.
Bambang juga menambahkan bahwa program kolaborasi yang telah berjalan sejak tahun 2020 ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan profesionalisme dan integritas SDM daerah. Selain itu, pengembangan kompetensi ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi besar transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

"Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengan tenaga kerja yang bersertifikat, pelayanan ketenagalistrikan di tingkat kabupaten/kota akan lebih cepat, berkualitas, dan minim risiko," tambahnya sesaat sebelum membuka acara secara resmi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaksana madya di Jawa Barat mampu berkontribusi aktif dalam memitigasi risiko ketenagalistrikan sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih mandiri dan profesional.