
Jakarta – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi pada 13 hingga 17 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 9 peserta yang berasal dari berbagai industri di sektor panas bumi.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin, 13 April 2026, dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terhadap materi yang akan diberikan. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan materi teknis yang mendukung peran sebagai frontline supervisor dalam operasional panas bumi.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan mencakup berbagai aspek penting, antara lain peraturan perundang-undangan terkait panas bumi serta tugas dan tanggung jawab pengawas operasional terhadap aspek K3LL. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta perlindungan lingkungan pada kegiatan panas bumi.
Untuk memperkuat kompetensi teknis, peserta mempelajari identifikasi bahaya dan penilaian risiko, termasuk penerapan Job Safety Analysis (JSA) dalam kegiatan operasional. Materi lainnya yang tidak kalah penting adalah komunikasi timbal balik dalam pelaksanaan pekerjaan serta penyusunan rencana kerja yang efektif. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan pembahasan mengenai investigasi kecelakaan pada kegiatan panas bumi.

Seluruh materi disampaikan oleh Widyaiswara PPSDM KEBTKE, yaitu Rohenda, S.T., M.T. dan Aperta Ledy Alam, S.T., M.T., yang berpengalaman di bidangnya.

Sebagai penutup sesi pelatihan teknis, peserta mengikuti post-test guna mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan kemudian melanjutkan ke tahap uji sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan pada 16 hingga 17 April 2026.