BANDUNG, 7 April 2026 – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) secara resmi membuka Pelatihan Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan Tambang Berbasis Online Angkatan 1. Acara pembukaan kegiatan pendidikan dan pelatihan ini diselenggarakan secara daring pada hari Selasa, 7 April 2026.
Melalui sambutannya, Yudi Pratama, selaku Koordinator Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pengembangan SDM, yang hadir mewakili Plt. Kepala PPSDM Geominerba menyampaikan bahwa studi kelayakan tambang merupakan tahapan yang sangat penting dalam kegiatan usaha pertambangan. Dokumen tersebut memegang peranan krusial sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan investasi, perencanaan teknis, hingga tata cara pelaksanaan kegiatan penambangan.
"Dokumen studi kelayakan harus disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek geologi, teknis, ekonomi, lingkungan, serta keselamatan pertambangan," tegasnya dalam sambutan yang dibacakan pada acara tersebut.
Atas dasar pertimbangan itu, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkecimpung dalam penanganan sektor pertambangan mutlak memerlukan kompetensi dan pemahaman yang memadai terkait penyusunan serta evaluasi dokumen studi kelayakan tambang. Peningkatan kapasitas ini juga menjadi bagian integral dari upaya mengoptimalkan Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) yang bertumpu pada kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan pegawai. Diharapkan, kompetensi yang mumpuni akan bermuara pada peningkatan kualitas evaluasi dalam tahapan perizinan dan pengawasan operasional tambang.
program pelatihan ini akan dilangsungkan selama 3 (tiga) hari, terhitung sejak 7 hingga 9 April 2026. Sebanyak 41 orang peserta yang berstatus sebagai ASN di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat mengikuti pelatihan ini.
Adapun tujuan spesifik dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk mencetak aparatur yang sanggup menyusun maupun memahami dokumen studi kelayakan tambang secara menyeluruh. Melalui pemahaman yang terstruktur, proses evaluasi teknis dan pengambilan keputusan strategis diharapkan dapat berjalan lebih tepat, efektif, dan akuntabel.
Dengan diselenggarakannya pelatihan yang intensif ini, diharapkan akan melahirkan sosok-sosok ASN pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, sarat akan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta senantiasa mengedepankan wawasan lingkungan dalam setiap tugasnya. (EP)