Tekan Risiko Operasional Tambang, PPSDM Geominerba Cetak Juru Ledak Berkompeten

Tekan Risiko Operasional Tambang, PPSDM Geominerba Cetak Juru Ledak Berkompeten
10 Apr, 2026

Tekan Risiko Operasional Tambang, PPSDM Geominerba Cetak Juru Ledak Berkompeten

10 April 2026 | Seputar BPSDM ESDM

BANDUNG, 6 April 2026 – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) secara resmi membuka dua program pelatihan esensial di bidang pertambangan pada Senin, 6 April 2026. Kedua program tersebut adalah Pelatihan dan Sertifikasi Juru Ledak Kelas II Angkatan 4 serta Pelatihan Pengelolaan Peledakan pada Penambangan Bahan Galian (Juru Ledak Kelas I) Angkatan 1. 

Kegiatan peledakan dalam industri pertambangan merupakan tahapan operasional dengan tingkat risiko yang tinggi dan memerlukan pengendalian yang ketat. Tanpa perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, kegiatan ini dapat memicu potensi bahaya seperti kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, gangguan lingkungan, hingga penurunan efisiensi penambangan.

Plt. Kepala PPSDM Geologi Mineral dan Batubara yang diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum, Handoko Setiadji, menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 mengenai kaidah teknik pertambangan yang baik. Peraturan tersebut mewajibkan perusahaan pertambangan untuk memiliki tenaga teknis yang kompeten dan bersertifikat, termasuk Juru Ledak Kelas I dan II, guna menjamin keselamatan dan efektivitas kegiatan operasional.

Pelatihan Juru Ledak Kelas II Angkatan 4: Diikuti oleh 25 orang peserta. Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari, mulai tanggal 6 hingga 11 April 2026. Materi yang dipelajari meliputi peraturan keselamatan, pengangkutan, peramuan, persiapan, penerapan, praktik lapangan, dan pemeriksaan pasca peledakan, yang kemudian diakhiri dengan Uji Kompetensi oleh LSP ESDM.

Pelatihan Juru Ledak Kelas I Angkatan 1: Diikuti oleh 12 orang peserta. Kegiatan ini berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 6 hingga 18 April 2026. Materi komprehensif yang diajarkan mencakup Ceramah Kapolri, peraturan perundangan, struktur geologi, teori dan praktik peledakan tambang bawah tanah dan terbuka, komputerisasi, analisis dampak, hingga penyusunan laporan peledakan.

Guna menjamin kualitas lulusan, PPSDM Geominerba menggandeng para pengajar ahli dari berbagai institusi bergengsi. Tim instruktur berasal dari internal PPSDM Geominerba, Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Polda Jawa Barat, Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia Blasting Engineers Society (IBES), PT Antam Tbk, Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, serta PT Dahana. (EP)