Dorong Keamanan Operasional: PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Panas Bumi

Dorong Keamanan Operasional: PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Panas Bumi
15 Jan, 2026

Dorong Keamanan Operasional: PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Panas Bumi

15 January 2026 | Seputar BPSDM ESDM



15 Januari 2026 – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM di sektor Energi Baru Terbarukaan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi.


Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 12 hingga 15 Januari 2026 ini, dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan untuk memperkuat kompetensi mereka di bidang panas bumi, khususnya bagi pengawas operasional pertama yang memiliki peran strategis dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan (K3LL) pada kegiatan pengusahaan panas bumi.


Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Sub Koordinator Penyelenggaraan Pengembangan SDM, Rifka Sofianita. Dalam sambutannya cera daring, beliau menyampaikan permohonan maaf karena pimpinan PPSDM KEBTKE tidak dapat hadir secara langsung untuk membuka kegiatan akibat adanya agenda lain. Meski demikian, beliau menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai syarat wajib sebelum peserta menghadapi uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ESDM.




Lebih lanjut disampaikan bahwa pelatihan ini diampu oleh Ibu Deswara sebagai penanggung jawab pelatihan, serta para pengajar dari PPSDM KEBTKE, yaitu Bapak Rohenda dan Bapak Aperta. Peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan berpartisipasi secara optimal, mengingat pelatihan ini merupakan syarat wajib sebelum mengikuti uji sertifikasi POP Panas Bumi.




Pada hari pertama pelatihan, Bapak Rohenda memberikan pemaparan mengenai landasan hukum dan peraturan perundang-undangan terkait panas bumi. Selain aspek regulasi, beliau juga membekali peserta mengenai tanggung jawab pengawas terhadap K3LL serta pentingnya membangun teknik komunikasi timbal balik yang efektif dalam koordinasi tim di lokasi kerja. Memasuki hari kedua, materi berlanjut ke aspek yang lebih teknis bersama Bapak Aperta. Pembahasan mencakup prosedur inspeksi K3LL panas bumi, penyusunan Job Safety Analysis (JSA), hingga metode penilaian risiko yang akurat. Peserta juga diajarkan bagaimana menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) agar operasional perusahaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan..




Melalui pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini, PPSDM KEBTKE berharap dapat mencetak pengawas operasional pertama panas bumi yang kompeten, profesional, dan berintegritas, serta mampu mendukung penerapan praktik kerja yang aman, selamat, dan berwawasan lingkungan dalam mendukung pengembangan energi panas bumi nasional.