Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) resmi
menggelar acara Partnership Gathering PPSDM Migas 2026 pada Kamis
(8/1/2026). Bertempat di Kantor PPSDM Migas, Jalan Sorogo Nomor 1, Cepu, Blora,
Jawa Tengah, acara ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan
pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan nyata
industri energi yang kian dinamis.
Sebagai
institusi strategis, PPSDM Migas berkomitmen menyediakan tenaga kerja yang
tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif melalui pengembangan kurikulum dan
sertifikasi berbasis keselamatan serta keberlanjutan. Di tengah tantangan
transisi energi saat ini, sinergi melalui kemitraan dengan berbagai pemangku
kepentingan dianggap sebagai kunci utama agar program pengembangan SDM tetap
relevan dan selaras dengan standar regulasi yang berlaku.
Kepala PPSDM
Migas, Waskito Tunggul Nusanto, membeberkan bahwa pertemuan ini merupakan
langkah konkret untuk mempererat hubungan dengan mitra kerja. "Tujuan
utama dari gathering ini adalah membangun komunikasi dan kolaborasi
strategis antara PPSDM Migas dengan para pemangku kepentingan. Kami ingin
mengumpulkan insight langsung dari industri terkait tren, teknologi,
tantangan, serta regulasi terbaru untuk memastikan program kami tetap tepat
sasaran," ujar Waskito dalam keterangannya.
Agenda ini
turut menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, termasuk Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM).
Selain itu, hadir pula Kepala Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas) serta Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang
memberikan perspektif dari sisi hulu maupun hilir industri.
Acara yang
berlangsung hingga pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai undangan penting,
mulai dari perwakilan Dinas Tenaga Kerja pemerintah daerah, pelaku industri
migas, hingga akademisi dari perguruan tinggi dan sekolah. Keterlibatan mitra training
provider juga diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dalam
mencetak tenaga kerja migas yang unggul dan berdaya saing global.