
Pada 1-8
September 2025, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi
(PPSDM Migas) menyelenggarakan pelatihan yang sangat penting. Pelatihan
"Dasar Pengoperasian Kilang Minyak Bumi" ini diberikan kepada siswa
dari SMK Muhammadiyah Wain, sebuah sekolah yang berlokasi di Desa Wain,
Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
Menurut
Rohmadi, Subkoordinator Kilang dan Utilitas PPSDM Migas, pelatihan ini sangat
penting untuk mengenalkan dunia kerja yang sebenarnya kepada para siswa.
“Pelatihan
ini adalah bagian dari komitmen PPSDM Migas untuk mendukung peningkatan
kompetensi tenaga kerja muda di sektor migas, terutama di daerah-daerah yang
jauh dari pusat industry,” tuturnya.
Ia
menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal yang baik bagi para
siswa untuk memahami dunia migas, khususnya dalam pengoperasian kilang.
“Kami
berharap, dengan bekal ini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di
industri dan dapat berkontribusi positif bagi kemajuan migas di
Indonesia," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan kembali tujuan mulia dari
pelatihan ini, yaitu untuk menyiapkan generasi muda yang siap dan kompeten di
bidang migas.
Pelatihan ini
mencakup berbagai materi esensial, mulai dari pengenalan dasar proses
pengilangan minyak, peralatan yang digunakan, hingga aspek keselamatan kerja
yang krusial. Para siswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga
pengalaman praktis melalui kunjungan langsung ke fasilitas kilang.
“Dengan
demikian, mereka bisa melihat secara nyata bagaimana proses pengolahan minyak
bumi berjalan, dari bahan mentah hingga menjadi produk migas. Pendekatan ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan praktis,” tandasnya.
Kerja sama
antara PPSDM Migas dan SMK Muhammadiyah Wain ini sangat strategis. Dengan
adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat memiliki bekal pengetahuan
dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini akan
meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja setelah lulus nanti, baik di
industri migas maupun sektor terkait lainnya. Selain itu, inisiatif ini juga
membantu mengurangi kesenjangan kompetensi antara siswa di daerah dan di pusat,
sehingga kesempatan untuk berkarier di industri migas menjadi lebih merata.
Hal ini juga
merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan sumber daya
manusia yang kompeten dan siap pakai, yang merupakan kunci untuk menjaga
keberlanjutan dan pertumbuhan industri migas Indonesia.