CEPU – Sebanyak 18 mahasiswa Program
Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti mengikuti Pelatihan Pengantar
Operasi Lapangan Migas yang berorientasi pada penguatan keahlian praktis.
Kegiatan yang mengombinasikan pemahaman teori dengan dominasi kegiatan lapangan
ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (6/7/2026) hingga Rabu (8/7/2026)
di kawasan Cepu.
Fokus utama dari program kolaboratif ini
adalah memberikan pengalaman nyata di industri bagi calon insinyur perminyakan.
Melalui pendekatan berbasis praktik, para peserta tidak hanya belajar di dalam
ruang kelas, tetapi juga dituntut aktif mengamati dan menganalisis secara
langsung alur kerja industri hulu hingga hilir minyak dan gas bumi.
Koordinator Pelaksanaan Pengembangan
Sumber Daya Manusia PPSDM Migas, Elin Lindiasari, menggarisbawahi bahwa
penguasaan kondisi lapangan merupakan modal penting bagi kesiapan kerja
mahasiswa nantinya.
"Kami berharap seluruh peserta
dapat mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan disiplin dan sungguh-sungguh.
Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan serta memahami proses
operasi lapangan migas sebagai bekal memasuki dunia kerja," ungkap Elin
Lindiasari saat membuka sesi diklat.
Bukti kuatnya fokus praktik pada
pelatihan ini terlihat dari padatnya agenda kunjungan ke empat lokasi
operasional migas. Di lokasi-lokasi tersebut, mahasiswa terjun langsung untuk
mengamati fasilitas dan formasi bumi yang menjadi pilar industry ini, yang meliputi:
·
Formasi
Ngrayong (Desa Ngampel, Kecamatan Sendangharjo, Kabupaten Blora): Lokasi
pengamatan singkapan batuan reservoir untuk memahami konsep geologi bawah
permukaan.
·
PT
Tiga Musim Mas Jaya dan Lapangan Minyak Tua Wonocolo (Desa Wonocolo, Kecamatan
Kedewan, Kabupaten Bojonegoro): Situs pembelajaran teknik eksploitasi dan
produksi minyak tradisional.
·
Pertamina
Semanggi (Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora): Fasilitas komersial
untuk mempelajari manajemen sumur dan produksi migas modern.
·
Kilang
PPSDM Migas (Cepu): Pusat edukasi pemrosesan dan pengolahan minyak bumi menjadi
produk siap pakai.
Melalui peninjauan ke lapangan ini, para
mahasiswa dapat diharapkan dapat mendapatkan ilmu tentang eksplorasi,
eksploitasi, hingga teknik kilang yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.
Sinergi edukasi berbasis lapangan antara Universitas Trisakti dan PPSDM Migas
diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis,
tetapi juga tanggap dan kompeten menghadapi tantangan industri energi nasional.
Tags :