Bandung – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) membuka Pelatihan Operator Pengolahan Mineral yang berlangsung di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Bandung, pada 8–19 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga kerja sektor pertambangan yang semakin membutuhkan sumber daya manusia terampil dan siap menghadapi perkembangan teknologi industri.
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing industri pertambangan nasional. Seiring berkembangnya teknologi pengolahan mineral, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman operasional yang baik juga terus meningkat.
"Kegiatan pengolahan mineral memerlukan tenaga operator yang memahami proses pengolahan, pengoperasian peralatan, pengendalian mutu, serta penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk menyiapkan SDM yang siap terjun ke industri," kata Bayu Nugroho.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari empat provinsi, yakni Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara. Selama dua belas hari, peserta akan mendapatkan pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses pengolahan dan pemurnian mineral, mulai dari tahapan dasar hingga proses yang digunakan di industri.
Selain materi mengenai regulasi dan keselamatan kerja, peserta juga akan mempelajari berbagai teknik pengolahan mineral seperti peremukan, penggerusan, peningkatan kadar mineral, pengurangan kadar air, hingga proses ekstraksi dan pemurnian logam. Kegiatan pembelajaran turut dilengkapi dengan kunjungan lapangan dan seminar guna memperkuat pemahaman peserta terhadap praktik yang diterapkan di dunia kerja.
Tenaga pengajar berasal dari PPSDM Geominerba dan Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara yang memiliki pengalaman serta keahlian di bidang pengolahan mineral. Kehadiran para instruktur diharapkan dapat memberikan wawasan praktis sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi terkini kepada peserta.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap standar industri. Dengan bekal tersebut, lulusan pelatihan diharapkan mampu berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor pertambangan dan pengolahan mineral yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Pelatihan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PPSDM Geominerba dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing, sejalan dengan kebutuhan industri pertambangan nasional yang semakin dinamis dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah mineral. (EP)
Tags :