KESDM Tugaskan ASN Perdalam Ilmu Panas bumi di Selandia Baru

KESDM Tugaskan ASN Perdalam Ilmu Panas bumi di Selandia Baru
09 Okt, 2023

KESDM Tugaskan ASN Perdalam Ilmu Panas bumi di Selandia Baru

09 October 2023 | Seputar BPSDM ESDM


 

Dalam rangka mendukung capaian program Net Zero Emission pada tahun 2060, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Badan Pengembangan SDM ESDM terus berinovasi untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman SDM baik dalam lingkup internal ASN KESDM maupun sektor. Salah satu upaya peningkatan tersebut adalah melalui beasiswa pendidikan dan pelatihan jangka pendek ilmu panas bumi yang merupakan kerjasama antara BPSDM ESDM dengan pemerintah Selandia Baru yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober hingga pertengahan November 2023.

 

Dalam acara pelepasan sekaligus briefing peserta pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan hari ini, Senin (9/10) di gedung BPSDM ESDM, Kepala BPSDM ESDM Prahoro Nurtjahyo menyampaikan bahwa Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang sangat besar serta teknologi yang memadai untuk pemanfaatannya, namun satu hal yang tidak kalah penting adalah ketersediaan SDM yang memadai untuk mengoperasikan teknologi dimaksud. “Mengingat energi dan sumber daya mineral merupakan sektor yang teknis, kita perlu SDM yang memiliki kemampuan teknis yang kuat juga, termasuk project management yang baik, dan kedua hal ini tidak akan didapatkan dari sembarang tempat” jelas Prahoro.

 

Kepala BPSDM ESDM berharap bahwa peserta yang akan diberangkatkan mampu menjadi ujung tombak bagi pengembangan panas bumi di Indonesia pada masa yang akan datang, dimana ada sinergi yang baik antara pemerintah dengan industri. “Tahun ini, BPSDM ESDM telah mengirimkan ASN sejumlah 30 orang untuk mengikuti pendidikan di luar negeri dengan tujuan utama untuk mensinergikan dengan kebutuhan industri. Setelah menjalankan program ini, saya minta agar dapat dilakukan evaluasi dampak agar semua dapat terukur dan kita bisa maju untuk kedepannya” lanjut Prahoro.

 

Peserta pendidikan dan pelatihan ini berjumlah 25 orang, yang terdiri atas 7 ASN dari Kementerian ESDM, 4 peserta dari PT PLN, 3 Peserta masing-masing PT Geo Dipa Energy, Star Energy Geothermal, dan Supreme Energy, serta 1 peserta masing-masing dari PT Pertamina Geothermal Energy, PT Sarana Multi Infrastruktur, PT EDC Indonesia, Sarulla Operations Ltd, dan Medco Cahaya Geothermal.

 

Pada kesempatan yang sama, Kirk Yates yang merupakan Development Counsellor pada Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta menyampaikan bahwa ini merupakan kerjasama STTS Geothermal yang kelima kalinya sejak tahun 2017 dengan jumlah total peserta program ini yang mencapai 96 orang, terdiri dari stakeholder panas bumi, pemerintah, swasta, akademisi, serta organisasi kemasyarakatan di Indonesia. “Selandia Baru telah aktif dalam mendukung pengembangan panas bumi di Indonesia selama lebih dari 4 dekade melalui pelatihan dan peningkatan kemampuan SDM, serta kerjasama komersil” ungkap Kirk.

 

Agar peserta dapat memahami proses pemanfaatan panas bumi secara menyeluruh, selain pembelajaran kelas/tatap muka program beasiswa pendidikan dan pelatihan ini juga mencakup field trip, dan workshop dengan materi yang mencakup pengenalan dasar panas bumi, pengembangan, hingga manajemen serta pengembangan bisnis dengan menghadirkan langsung pemateri dari Geothermal Institute of The University of Auckland.

 

Selanjutnya Kirk Yates menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada hal teknis, namun juga hubungan antara kedua negara. “Setelah pulang ke Indonesia, para peserta akan menjadi bagian dari Manaaki Alumni Family, dan saya harap bahwa hubungan yang telah dibentuk melalui program ini dapat semakin ditingkatkan di masa yang akan datang”

 

Pihak Selandia Baru menyadari bahwa Indonesia akan memegang peran sentral bagi subsektor panas bumi dunia dengan menjadi produsen listrik panas bumi terbesar melalui pemasangan pembangkit dengan kapasitas 8.000 MW pada tahun 2030, serta target penggunaan energi baru terbarukan sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada tahun 2025.

 

Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Selandia Baru telah terjalin sejak tahun 1958, yang diawali dengan kerja sama di bidang pendidikan. Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di bidang energi pertama kali dimulai pada tahun 1970-an untuk program pembangunan pembangkit listrik panas bumi dan semakin meningkat dengan ditandatanganinya “Arrangement Between The Government of the Republic of Indonesia and the Government of New Zealand on Geothermal Energy Cooperation” oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan Selandia Baru pada 17 April 2012.

 

Kerja sama BPSDM ESDM dan Selandia Baru dimulai dengen penandatanganan “Partnership Agreement on New Zealand Support for Training in the Indonesia Geothermal Sector : Geothermal Well Control Training Initiative (NZSTIGS-WELL)” antara BPSDM ESDM dan Ministry of Foreign Affairs And Trade (MFAT), Selandia Baru pada 24 Maret 2017. Pada 23 Mei 2023, Aotearoa New Zealand Government (AoNZ) membuka program Manaaki New Zealand Short Term Training Scholarship (Manaaki NZSTTS) sebagai keberlangsungan dari Geothermal Management Course. (itc/rwp)