Batang, 3 November 2026 – Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya menyangkut keandalan mesin, melainkan juga tentang kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Dengan semangat tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menggelar Pelatihan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan (SMK2) Bidang Pembangkitan Tenaga Listrik pada 2–3 November 2026 di Batang, Jawa Tengah.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 personel PT Bhimasena Power Indonesia yang terbagi ke dalam dua batch dari unit Operation, Maintenance, HSE, Procurement, HRGA-IT, hingga FAT. Kehadiran perwakilan dari beragam divisi ini menegaskan bahwa budaya keselamatan adalah tanggung jawab kolektif seluruh lini organisasi. Para peserta disiapkan untuk memegang peran strategis SMK2, meliputi 9 Auditor Muda, 9 Teknisi Pengawas K2, 8 Analis K2, 2 Petugas Tanggap Darurat K2, dan 2 Administrator.

Hari pertama diisi dengan pre-test, pendalaman regulasi, struktur organisasi SMK2, uraian jabatan, serta studi kasus lapangan bersama pengajar M. Nashiruddin Haramaini, S.T., M.B.A. Hari kedua dilanjutkan dengan sesi simulasi SMK2 untuk menguji praktik di lapangan dan diakhiri dengan post-test.
Harapannya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman regulasi dan kompetensi teknis para peserta, tetapi juga mampu membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman di lingkungan kerja para peserta. Dengan semangat membangun kompetensi menuju masa depan berkelanjutan, PPSDM KEBTKE terus menerapkan nilai Ber-AKHLAK untuk mewujudkan layanan publik yang cepat, cermat, akuntabel, dan berintegritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Tags :