Sinergi BPH Migas dan BPSDM ESDM: Terjunkan 30 Alumni PEM Akamigas Perkuat Pengawasan Pendistribusian BBM Subsidized (JBT dan JBKP) di SPBU

Sinergi BPH Migas dan BPSDM ESDM: Terjunkan 30 Alumni PEM Akamigas Perkuat Pengawasan Pendistribusian BBM Subsidized (JBT dan JBKP) di SPBU
14 Agu, 2026

Sinergi BPH Migas dan BPSDM ESDM: Terjunkan 30 Alumni PEM Akamigas Perkuat Pengawasan Pendistribusian BBM Subsidized (JBT dan JBKP) di SPBU

14 August 2026 | Seputar BPSDM ESDM



Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM berkolaborasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menerjunkan 30 alumni Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas dalam Program Ekstensifikasi Pengawasan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) di SPBU.

Program pengawasan ini dilaksanakan melalui mekanisme Swakelola Tipe I antara BPH Migas dan PEM Akamigas. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat akuntabilitas tata kelola hilir migas nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata implementasi prinsip link and match antara pendidikan tinggi vokasi berbasis kebutuhan industri dengan kebijakan strategis pemerintah.

Dalam pengarahan kegiatan yang berlangsung di Bandung pada Kamis (6/8/2026), Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesiapan dan kompetensi para alumni PEM Akamigas yang ditugaskan dalam pengawasan pendistribusian BBM subsidi dan kompensasi. "Ini merupakan apresiasi dan sinergi yang wajib dibangun di keluarga besar Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan putra-putri didik dari PEM Akamigas agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam mengawal distribusi BBM subsidi dan kompensasi," ujar Wahyudi.




"Lulusan PEM Akamigas merupakan generasi yang andal dan dapat dipercaya untuk mengelola serta meneruskan perjuangan tata kelola di bidang hilir migas. Mereka harus menjadi generasi penerus dalam menjaga ketahanan energi nasional," tegasnya.

Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Nurtjahyo, menyampaikan bahwa kebijakan pendistribusian JBT dan JBKP merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat serta menjamin akses energi nasional yang berkeadilan. Oleh karena itu, pengawasan yang objektif dan transparan menjadi instrumen vital. 

"Pengawasan menjadi salah satu instrumen yang sangat penting untuk menjaga akuntabilitas tata kelola hilir migas. Data hasil pengawasan yang akurat akan menjadi dasar evaluasi kebijakan sekaligus upaya penyempurnaan sistem distribusi BBM di Indonesia. Kehadiran para alumni PEM Akamigas ini adalah wujud nyata komitmen BPSDM ESDM dalam mendukung Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029 terkait penguatan vokasi dan produktivitas tenaga kerja sektor ESDM," ujar Prahoro Nurtjahyo. 

Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani menjelaskan bahwa 30 alumni yang bertugas terdiri dari 28 Pengawas Lapangan yang ditempatkan di 14 klaster wilayah kerja Pulau Jawa, serta 2 Analis yang ditempatkan di Cepu. Adapun para alumni terpilih mewakili lima program studi multidisiplin diantaranya 22 alumni Program Studi Logistik Minyak dan Gas, 3 alumni Program Studi Teknik Produksi Minyak dan Gas, 2 alumni Program Studi Teknik Instrumentasi Kilang, 2 Alumni Program Studi Teknik Mesin Kilang dan 1 Alumni Teknik Pengolahan Minyak dan Gas.




Sebelum diterjunkan, para peserta telah memiliki Sertifikat Operator Pendistribusian BBM Non-Penerbangan, menyelesaikan On the Job Training (OJT) di SPBU Cepu, serta mengikuti pembekalan teknis selama 3 hari oleh narasumber BPH Migas yang mencakup regulasi hilir migas, teknik pengawasan SPBU, hingga tata cara pengisian Berita Acara Lapangan. (drm, https://akamigas.ac.id/)

Tags :