
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM terus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, terampil, dan berintegritas untuk mendukung hilirisasi serta industrialisasi sektor energi dan sumber daya mineral. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Wisuda Diploma III ke-5 dan Dies Natalis ke-7 Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEP Bandung), Rabu (12/8).
Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia harus diimbangi dengan kemampuan SDM yang mumpuni agar dapat dikelola secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi bangsa.
“Tanpa SDM yang baik, sumber daya alam kita bisa saja diambil negara lain,” ujar Prahoro.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan SDA yang besar dan strategis, khususnya di sektor energi dan pertambangan. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh SDM yang tersedia dalam jumlah memadai, memiliki kompetensi, serta mampu menguasai teknologi dan mengelola SDA secara mandiri.
Indonesia saat ini memiliki cadangan berbagai komoditas mineral strategis dan termasuk dalam jajaran negara dengan kekayaan pertambangan terbesar di dunia. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri berbasis mineral sekaligus mengambil peran dalam mendukung transisi energi global.
“Siap tidak siap, SDM Indonesia harus tersedia, terampil, dan kompeten. Jika tidak, maka kekayaan negeri ini akan diambil negara lain,” tegas Prahoro.
Prahoro menyampaikan bahwa pendidikan vokasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjawab kebutuhan tersebut. BPSDM ESDM bersama satuan kerja pendidikan di lingkungan Kementerian ESDM terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Melalui PEP Bandung, Kementerian ESDM menyiapkan SDM pada bidang Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, dan Teknik Metalurgi. Lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam pengelolaan SDA dari hulu hingga hilir, meningkatkan nilai tambah komoditas tambang, serta mempercepat hilirisasi dan industrialisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan Wibisono, menyampaikan bahwa Kementerian ESDM memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten melalui pendidikan di bidang energi dan sumber daya mineral.
“Untuk itu, Kementerian ESDM ditugaskan untuk menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan terkait energi. Kami harus menyiapkan tenaga kerja siap pakai, sehingga bisa mengurangi ketergantungan dari luar negeri,” ujar Yudhiawan.
Menurut Yudhiawan, pendidikan pertambangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Indonesia memiliki kekayaan mineral strategis, antara lain nikel, timah, kobalt, aspal, emas, bauksit, mangan, batu bara, serta mineral tanah jarang.
Dengan potensi tersebut, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan industri berbasis mineral kritis yang mendukung transisi energi global. Untuk mewujudkannya, diperlukan SDM berkualitas yang mampu menguasai kompetensi teknis sekaligus memiliki kemampuan berinovasi.
Yudhiawan juga mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dan memperkuat kolaborasi dengan dunia industri. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat inovasi, alih teknologi, serta menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan tinggi di Indonesia masih memiliki kesenjangan signifikan dengan kebutuhan industri, ekonomi, dan bisnis. Kami berharap PEP Bandung berkontribusi menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang geologi, pertambangan, metalurgi, dan energi baru terbarukan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya riset yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri. Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi perlu dikembangkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan dan dikomersialisasikan sehingga memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional.
“Kementerian ESDM berharap PEP Bandung menghasilkan pemimpin masa depan di sektor energi dan sumber daya mineral. Lulusannya menjadi agen perubahan yang menentukan arah hilirisasi dan industrialisasi mineral serta batu bara,” tegas Yudhiawan.
Pada wisuda tersebut, Direktur PEP Bandung, Dr. Imelda Eva Roturena Hutabarat, menyampaikan bahwa sebanyak 127 mahasiswa dari tiga program studi dilantik sebagai wisudawan. Ketiga program studi tersebut adalah Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, dan Teknik Metalurgi.
“Para lulusan disiapkan untuk mendukung Kementerian ESDM melaksanakan hilirisasi, memberikan nilai tambah pertambangan, dan mendorong industrialisasi di bidang pertambangan dan energi. PEP Bandung mendidik lulusan yang kompeten, terampil, dan berintegritas,” jelas Eva.
Para lulusan juga dibekali sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dari 127 wisudawan, sebanyak 26,7 persen telah bekerja sebelum diwisuda, sedangkan 13,8 persen lainnya akan melanjutkan pendidikan.
Saat ini, PEP Bandung memiliki 373 mahasiswa dan 305 alumni dari tiga program studi. Pada tahun ini, PEP Bandung juga menerima 255 mahasiswa baru.
Eva menambahkan, PEP Bandung bersama PEM Akamigas berencana membuka Program Diploma IV Energi Baru Terbarukan pada tahun depan yang akan dilaksanakan di Kampus PEP Bandung.
Dari sisi serapan lulusan, sebanyak 74 persen alumni PEP Bandung telah terserap di dunia kerja, dengan rata-rata masa tunggu kerja selama tiga bulan 14 hari. Untuk memperkuat keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan industri, PEP Bandung juga telah menjalin kerja sama dengan sekitar 60 perusahaan pertambangan di dalam maupun luar negeri.
PEP Bandung terus mengembangkan jejaring akademik dan profesional melalui berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Salah satunya melalui rencana penyelenggaraan konferensi internasional dalam rangka Human Capital Summit ke-3 di Bandung pada Mei 2027.
Melalui penguatan pendidikan vokasi, BPSDM ESDM berkomitmen memastikan lulusan pendidikan di lingkungan Kementerian ESDM mampu menjawab kebutuhan sektor energi dan sumber daya mineral. Lulusan PEP Bandung diharapkan menjadi SDM unggul yang mampu meningkatkan nilai tambah SDA, mempercepat hilirisasi dan industrialisasi, serta berkontribusi terhadap terwujudnya kemandirian energi dan pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan.
Tags :