
Mahasiswa PEM Akamigas, Hawkins Clifford Frans Robert Mongdong, berhasil mempresentasikan dua penelitian dalam Asia Pacific Drilling Technology Conference & Exhibition (APDT) 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) dan International Association of Drilling Contractors (IADC) di Bali, 5–6 Agustus 2026. Tidak hanya tampil sebagai presenter dalam forum internasional tersebut, kedua penelitian Hawkins juga telah dipublikasikan melalui OnePetro, salah satu portal referensi literatur teknis utama di bidang perminyakan.
APDT 2026 mempertemukan lebih dari 900 peserta dari lebih dari 35 negara, yang terdiri atas profesional industri, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan di sektor energi. Dalam forum tersebut, Hawkins mempresentasikan dua penelitian yang mengangkat inovasi pada teknologi pengeboran, yaitu “Synergizing MPD and Formate Brines: Navigating Ultra-Narrow Windows in HPHT Drilling” bersama Hillary Christina, serta “Turning Pests into Profit: The First Experimental Investigation of Ruellia Tuberosa Shells as a High-Performance Fibrous LCM for HPHT Environments” bersama Muhammad Thariq A. G., Ditto Bagas A. B. W., dan Purnomosidi.
Penyelenggaraan APDT 2026 menjadi momentum penting bagi para pelaku industri untuk bertukar pengetahuan dan membahas tantangan serta perkembangan teknologi pengeboran di kawasan Asia Pasifik. Dalam sambutannya, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan harapan agar forum internasional seperti APDT dapat mendorong lahirnya inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi secara berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi internasional di sektor energi agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Secretary-in-Charge ASEAN Council on Petroleum & Energy (ASCOPE), Henricus Herwin, menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah dinamika transisi energi global. Menurutnya, APDT menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antara industri, pemerintah, dan organisasi profesi dalam mendorong teknologi pengeboran yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan President Dynamic Drilling sekaligus anggota IADC Executive Committee, Manav Kumar Agarwal, yang menyoroti semakin kompleksnya tantangan industri pengeboran, mulai dari efisiensi operasional dan keselamatan kerja hingga tuntutan pengurangan emisi karbon. Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran pengalaman, teknologi, serta praktik terbaik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kinerja industri pengeboran di kawasan Asia Pasifik.
Dalam Opening Remarks, Deputy CEO PT Pertamina Hulu Energi, Virano G. Nasution, turut menekankan bahwa transformasi industri pengeboran menuju masa depan energi yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan membutuhkan inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas negara. APDT 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan mendorong lahirnya solusi baru bagi industri energi.
Bagi Hawkins, kesempatan untuk mempresentasikan penelitian dalam forum tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus berharga dalam perjalanan akademiknya. “Saya merasa senang dan bangga bisa mempresentasikan penelitian di hadapan para profesional bidang migas dari berbagai negara. Bisa berdiskusi dan bertukar gagasan dengan para ahli dari lebih dari 35 negara merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Terlebih lagi, kedua penelitian yang saya presentasikan juga dapat dipublikasikan melalui OnePetro, yang menjadi salah satu sumber referensi penting bagi komunitas teknik perminyakan di dunia,” ujar Hawkins.
Ia juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang telah mendampingi perjalanan akademik dan penelitiannya. “Tentunya saya selalu berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tua, dosen, serta teman-teman yang selalu memberikan dukungan dalam perjalanan ini. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, melakukan riset, dan menghasilkan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi energi,” lanjutnya.
Keberhasilan Hawkins dalam mempresentasikan dan mempublikasikan dua penelitian di APDT 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PEM Akamigas dalam forum teknologi energi tingkat internasional. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi, budaya riset, dan inovasi bagi generasi muda dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan industri energi di masa depan. (clif, drm, https://akamigas.ac.id/)
Tags :