PPSDM Geominerba Perkuat Kompetensi Juru Ledak dan Pengawas Operasional Pertambangan

PPSDM Geominerba Perkuat Kompetensi Juru Ledak dan Pengawas Operasional Pertambangan
10 Jul, 2026

PPSDM Geominerba Perkuat Kompetensi Juru Ledak dan Pengawas Operasional Pertambangan

10 July 2026 | Seputar BPSDM ESDM

Bandung – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) kembali memperkuat kompetensi sumber daya manusia sektor pertambangan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Ledak Kelas II Angkatan 7 serta Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan Angkatan 2.

Kedua pelatihan tersebut resmi dibuka pada Senin, 6 Juli 2026, di PPSDM Geominerba, Bandung. Kegiatan dilaksanakan selama enam hari, mulai 6 hingga 11 Juli 2026, dan diikuti peserta dari berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia.

Pelatihan dan Sertifikasi Juru Ledak Kelas II Angkatan 7 diikuti sebanyak 28 peserta. Sementara itu, Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan Angkatan 2 diikuti oleh 9 peserta.

Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, S.T., M.B.A., dalam sambutannya menekankan bahwa sumber daya manusia merupakan komponen vital dalam keberhasilan organisasi. Kompetensi dan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian tujuan serta pelaksanaan kegiatan pertambangan yang aman dan profesional.

Keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi aspek utama dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Tingginya risiko pada setiap tahapan kegiatan pertambangan, khususnya pekerjaan peledakan dan pengawasan operasional, membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelatihan dan Sertifikasi Juru Ledak Kelas II bertujuan membekali peserta agar memahami peran dan tanggung jawab sebagai juru ledak serta mampu melaksanakan kegiatan peledakan sesuai standar keselamatan. Peserta memperoleh materi terkait peraturan keselamatan bahan peledak dan peledakan, pengangkutan dan peramuan bahan peledak, persiapan dan penerapan peledakan, praktik lapangan, hingga pemeriksaan pascapeledakan.

Sementara itu, Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan diarahkan untuk memenuhi kompetensi pengawas operasional sebagai front line supervisor. Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang POP memiliki tanggung jawab langsung terhadap pekerja tingkat pelaksana serta berperan penting dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan.

Materi pelatihan POP meliputi penerapan peraturan keselamatan pertambangan, pelaksanaan inspeksi dan investigasi kecelakaan, perlindungan lingkungan, identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, analisis keselamatan pekerjaan, hingga pelaksanaan tugas dan tanggung jawab keselamatan pertambangan pada area kerja.

Instruktur dan pengajar dalam kedua pelatihan berasal dari PPSDM Geominerba dan Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti uji kompetensi melalui LSP ESDM sebagai bagian dari proses sertifikasi kompetensi.

Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi ini, PPSDM Geominerba terus berkomitmen menghadirkan program pengembangan kompetensi yang berkualitas, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan industri pertambangan.


Diharapkan, para peserta mampu menjadi tenaga kerja pertambangan yang kompeten, profesional, dan bersertifikat serta berkontribusi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja dan mewujudkan kegiatan pertambangan yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

Tags :