Di Tengah Profesional dari 8 Negara, Mahasiswa PEM Akamigas Dipercaya Menjadi Discussion Leader SPE Workshop Internasional 2026

Di Tengah Profesional dari 8 Negara, Mahasiswa PEM Akamigas Dipercaya Menjadi Discussion Leader SPE Workshop Internasional 2026
06 Jul, 2026

Di Tengah Profesional dari 8 Negara, Mahasiswa PEM Akamigas Dipercaya Menjadi Discussion Leader SPE Workshop Internasional 2026

06 July 2026 | Seputar BPSDM ESDM



Mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, Hawkins Clifford Frans Robert Mongdong, menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya mahasiswa yang dipercaya sebagai Discussion Leader sekaligus Poster Presenter dalam SPE Workshop 2026: HPHT and Deepwater Wells – Drilling Challenges, Technologies, and Application yang diselenggarakan di Jakarta pada 23–24 Juni 2026.


Forum internasional yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) tersebut dihadiri lebih dari 40 peserta dari lebih dari 20 organisasi yang berasal dari delapan negara, yaitu Brunei Darussalam, China, Indonesia, Malaysia, Norwegia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Workshop ini mempertemukan regulator, operator migas, perusahaan jasa energi, akademisi, serta para profesional senior untuk membahas tantangan, teknologi, dan strategi pengembangan sumur High Pressure High Temperature (HPHT) dan deepwater yang menjadi salah satu fokus penting industri energi global saat ini.


Di tengah dominasi peserta yang berasal dari kalangan profesional industri, Hawkins memperoleh kesempatan istimewa untuk memimpin diskusi teknis sekaligus mempresentasikan poster ilmiah mengenai aplikasi formate drilling fluid pada sumur HPHT dan deepwater. “Poster ini membahas mengenai penggunaan formate drilling fluid sebagai salah satu inovasi untuk menghadapi tantangan lingkungan High Pressure High Temperature (HPHT) dan deepwater wells, khususnya pada kondisi narrow pressure window yang membutuhkan pengendalian tekanan dan stabilitas sumur secara optimal,” ungkap Hawkins saat mempresentasikan kajiannya.




Kepercayaan yang diberikan kepada Hawkins menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi PEM Akamigas sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian ESDM. Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berpartisipasi aktif dan berkontribusi dalam diskusi teknis tingkat internasional yang selama ini didominasi oleh para profesional berpengalaman.


Hawkins mengaku bersyukur dapat terlibat secara langsung dalam forum yang mempertemukan para ahli dan praktisi industri migas dari berbagai negara. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai arah perkembangan industri energi global yang saat ini semakin mengarah pada pengembangan lapangan HPHT dan deepwater. “Saya sangat bersyukur dapat diundang untuk menjadi Discussion Leader sekaligus Poster Presenter pada forum ini. Saya mendapatkan banyak wawasan mengenai perkembangan industri migas yang saat ini semakin mengarah pada pengembangan sumur HPHT dan deepwater,” katanya.


“Selain mendapatkan banyak inovasi dan pengetahuan baru dari para pembicara, saya juga berkesempatan berkenalan dan berdiskusi langsung dengan banyak profesional di industri migas dari berbagai perusahaan dan negara. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi saya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang perminyakan,” tambahnya.


Selama dua hari pelaksanaan, workshop menghadirkan lima sesi utama yang membahas berbagai aspek strategis dalam pengembangan sumur HPHT dan deepwater. Topik yang dibahas meliputi well design and subsurface evaluation, well control pada kondisi tekanan yang sempit, risiko dan strategi operasional, teknologi baru dan digitalisasi, hingga aspek ekonomi proyek dan strategi pengembangan lapangan.




Workshop dipimpin oleh Co-Chair Firmansyah Arifin dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia. Dalam sambutan pembukaan, Ali Sundja selaku Vice President Technology Development PT Pertamina (Persero) menekankan bahwa masa depan pengembangan energi membutuhkan kombinasi antara kemajuan teknologi dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. “Pengembangan energi masa depan membutuhkan teknologi yang tepat serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan,” ujar Ali Sundja. Satu pesan yang menjadi landasan penting dalam berbagai diskusi yang berlangsung selama workshop. Seiring meningkatnya kompleksitas proyek energi, keberhasilan pengembangan lapangan migas tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kemampuan industri dalam membangun sinergi dan mempercepat adopsi inovasi.


Pandangan serupa disampaikan oleh Afriandi E. Prasetya, Acting Head of Drilling and Wells Division SKK Migas, dalam sesi Keynote Address. Ia menjelaskan bahwa pengembangan lapangan HPHT dan deepwater akan memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan sektor hulu migas Indonesia pada masa mendatang. “Keberhasilan pengembangan HPHT dan deepwater tidak hanya bergantung pada teknologi. Inovasi, kolaborasi, penyelarasan para pemangku kepentingan, serta disiplin dalam eksekusi menjadi faktor penentu keberhasilan proyek-proyek masa depan,” jelas Afriandi.


Ia juga menekankan bahwa masa depan industri hulu migas Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengubah potensi sumber daya menjadi produksi yang aman, andal, dan memberikan nilai tambah bagi negara.


Sementara itu, President Director PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Avep Disasmita, menyoroti pentingnya keseimbangan antara keselamatan dan kinerja operasional. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus dibangun melalui investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia, inovasi, digitalisasi, dan budaya keselamatan yang kuat. “Keselamatan dan performa tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus didukung oleh investasi pada sumber daya manusia, inovasi, digitalisasi, dan budaya keselamatan yang kuat,” tutur Avep.


Diskusi semakin menarik pada sesi panel hari kedua yang menghadirkan sejumlah tokoh industri, antara lain Ari Iskandar dari SKK Migas, Azam Aziz dari PETRONAS, Yusuf Sina dari Halliburton Indonesia, Ruhut Hutabarat dari Pertamina Hulu Energi, Azyyati Ahmad Hamizan dari MPM PETRONAS, serta Dian Permata Sari dari SLB. Para panelis sepakat bahwa pengembangan sumur HPHT dan deepwater memerlukan keseimbangan antara teknologi, risiko, dan nilai ekonomi agar proyek dapat berjalan secara berkelanjutan.


Selain itu, para panelis menyoroti pentingnya penerapan teknologi yang tepat guna, pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta integrasi lintas disiplin sejak tahap awal pengembangan proyek. Namun demikian, mereka menegaskan bahwa keberhasilan proyek pada akhirnya tetap ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kapabilitas organisasi, dan kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat.


Partisipasi Hawkins dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam diskusi teknis tingkat global. Keberhasilannya tampil sebagai satu-satunya mahasiswa yang dipercaya memimpin diskusi dan mempresentasikan kajian teknis di hadapan para profesional internasional menunjukkan bahwa kompetensi, dedikasi, dan semangat belajar mampu membuka peluang untuk bersaing di tingkat dunia.


Lebih dari sekadar pencapaian individu, prestasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan organisasi profesi dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul bagi sektor energi nasional. Di tengah tantangan pengembangan sumber daya migas yang semakin kompleks, keterlibatan mahasiswa dalam forum-forum internasional menjadi langkah penting untuk membangun kapasitas generasi muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan industri energi Indonesia.


Melalui pengalaman ini, Hawkins menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya mampu mengikuti perkembangan industri global, tetapi juga dapat mengambil peran aktif dalam memberikan gagasan, membangun kolaborasi, dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan energi yang lebih maju, aman, dan berkelanjutan. (clif,drm, https://akamigas.ac.id/)

Tags :