Mengapa Indonesia Perlu EBT yang Dispatchable? Ini Penjelasan Pakar di Webinar PPSDM KEBTKE

Mengapa Indonesia Perlu EBT yang Dispatchable? Ini Penjelasan Pakar di Webinar PPSDM KEBTKE
09 Jul, 2026

Mengapa Indonesia Perlu EBT yang Dispatchable? Ini Penjelasan Pakar di Webinar PPSDM KEBTKE

09 July 2026 | Seputar BPSDM ESDM

Jakarta, 8 Juli 2026 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) sukses menggelar live webinar bertajuk From Iberian Blackout to Indonesian Grid Resilience – Lessons in Dispatchable Renewable Energy. Acara ini terselenggara berkat kerja sama strategis antara Pemerintah Swiss melalui proyek Renewable Energy Skill Development (RESD) bersama dengan Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) Europe. Antusiasme masyarakat dan pemangku kepentingan sektor energi terlihat sangat tinggi, di mana webinar ini dihadiri oleh lebih dari 600 peserta yang menyimak secara interaktif melalui platform Zoom serta tayangan live streaming yang hingga kini masih dapat diakses publik melalui kanal YouTube resmi PPSDM KEBTKE.


Acara dibuka oleh Kepala PPSDM KEBTKE, Edi Wibowo, yang hadir menyampaikan sambutan sekaligus membuka webinar secara resmi mewakili Kepala BPSDM ESDM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh sejak dini dari berbagai sumber energi terbarukan, diantaranya energi surya, angin, energi air, biomassa, biofuel, dan panas bumi. Berbagai potensi melimpah tersebut dapat menjadi sumber energi terbarukan yang bersifat dispatchable, yaitu dapat diatur dan dioperasikan sesuai kebutuhan sistem, sehingga mampu mendukung stabilitas jaringan listrik nasional. Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, webinar diselenggarakan untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai faktor teknis, operasional, dan regulasi yang diperlukan dalam membangun sistem kelistrikan yang andal di era transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Rangkaian diskusi ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam memahami praktik terbaik internasional yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik sistem kelistrikan Indonesia sebagai negara kepulauan.


v8IYgrtupNK3jnXTZxblDIR4fxoCAT6sCvZTXrHH.png


Webinar ini menghadirkan narasumber internasional, Jonathan Bruegel, Power Sector Analyst dari IEEFA Europe yang membedah kasus pemadaman di semenanjung Iberia beserta pembelajarannya bagi Indonesia. Jalannya pemaparan materi dan sesi tanya jawab dipandu secara apik oleh Buyung Sofiarto Munir, Vice President of Transmission and Distribution Technology and Engineering di PT PLN (Persero). 



zI9v8k2EzKSVPqQ49JtKgt0romDQ81M8o8NXe76S.png


Dari jalannya diskusi, pengalaman pemadaman di Semenanjung Iberia menjadi pengingat berharga bagi seluruh pemangku kepentingan. Ketahanan jaringan listrik di era energi terbarukan tidak dapat tercipta dengan sendirinya, namun memerlukan perencanaan yang matang, regulasi yang adaptif, penerapan teknologi yang tepat, serta ketersediaan kapasitas SDM (human capital) yang ahli di bidangnya dan dukungan kelembagaan yang kuat. Melalui berbagai poin penting yang digali dalam webinar ini, diharapkan wawasan yang dibagikan dapat menjadi panduan yang bermakna bagi seluruh pihak dalam memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di Indonesia sekaligus mempercepat transisi energi yang adil dan berkelanjutan.


Melalui pelaksanaan webinar ini, PPSDM KEBTKE menegaskan komitmennya dalam mengawal transisi energi melalui peningkatan kompetensi SDM yang berkelanjutan. Komitmen ini berjalan selaras dengan penerapan nilai BerAKHLAK oleh PPSDM KEBTKE dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, cermat, akuntabel, dan berintegritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).