Jakarta, 21 Agustus 2026 – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) terus memperkuat perannya dalam mencetak tenaga kerja profesional di bidang energi terbarukan melalui penyelenggaraan Pelatihan Teknis Persiapan Uji Kompetensi Bidang Pembangkitan Tenaga Listrik untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pelatihan yang berlangsung pada 19 hingga 20 Agustus 2026 di PPSDM KEBTKE, Jakarta, ini diikuti oleh 38 orang peserta yang merupakan Local Heroes dari PT Pertamina (Persero). Langkah strategis ini menjadi wujud nyata sinergi dalam mengawal kesiapan dan kemandirian sumber daya manusia garda depan menuju akselerasi transisi energi nasional.

Agenda pelatihan dibuka secara resmi pada Rabu, 19 Agustus 2026, oleh Koordinator Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM PPSDM KEBTKE, FX Yudi Tryono. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa penguasaan teknologi PLTS serta pemenuhan standar sertifikasi kompetensi merupakan hal esensial untuk menjamin keandalan, keselamatan, dan efisiensi operasional pembangkit energi surya di tingkat tapak. Pembekalan ini dirancang khusus agar para Local Heroes memiliki dasar keahlian yang terstandar serta siap menghadapi proses uji kompetensi dengan hasil yang optimal.

Selama dua hari masa pembekalan, para peserta digembleng dengan pemahaman mengenai regulasi ketenagalistrikan terkini serta tata cara dan metodologi sertifikasi kompetensi yang berlaku. Tidak hanya dari sisi aturan, para Local Heroes Pertamina ini juga dibekali penguasaan teknis mengenai sistem dan komponen utama PLTS, hingga prosedur pengoperasian instalasi pemanfaatan tenaga surya secara aman dan efektif. Melalui penguatan kapasitas ini, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan keahliannya dan menjadi penggerak utama keberlanjutan energi di daerah asal masing-masing. Dengan semangat membangun kompetensi menuju masa depan berkelanjutan, PPSDM KEBTKE terus menerapkan nilai Ber-AKHLAK untuk mewujudkan layanan publik yang cepat, cermat, akuntabel, dan berintegritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Tags :