Bandung – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Peledakan pada Penambangan Bahan Galian (Juru Ledak Kelas I) Angkatan 2 yang berlangsung pada 22 Juni–4 Juli 2026 di Kampus PPSDM Geominerba, Bandung. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pertambangan, khususnya dalam bidang pengelolaan peledakan yang aman, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho. Dalam sambutannya, Bayu Nugroho menyampaikan bahwa sektor pertambangan merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung perekonomian nasional, namun memiliki tingkat risiko yang tinggi, terutama pada kegiatan peledakan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan menjadi langkah strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap tahapan operasional pertambangan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penggunaan bahan peledak memerlukan keahlian khusus, ketelitian, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengelola kegiatan peledakan secara optimal dengan tetap menjaga keamanan operasional tambang serta meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan dampak terhadap lingkungan.
Pelatihan Juru Ledak Kelas I Angkatan 2 diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia. Selama 13 hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh pembelajaran yang mencakup aspek teknis, regulasi, dan keselamatan kegiatan peledakan, antara lain peraturan perundang-undangan bahan peledak, teori peledakan, peledakan tambang terbuka dan bawah tanah, komputerisasi peledakan, dampak peledakan, ekonomi peledakan, hingga praktik lapangan dan penyusunan laporan peledakan.
Pembelajaran disampaikan oleh instruktur yang berasal dari PPSDM Geominerba, Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Polda Jawa Barat, Institut Teknologi Bandung, Indonesia Blasting Engineers Society, PT Antam Tbk, Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, serta PT Dahana. Kolaborasi berbagai institusi tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PPSDM Geominerba berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi sebagai pengelola peledakan yang profesional, sehingga mampu mendukung penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practice), memperkuat budaya keselamatan kerja, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan peledakan di sektor pertambangan mineral dan batubara. (EP)
Tags :