Mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas kembali membuktikan kalau anak vokasi gak cuma jago di bengkel dan lapangan, tapi juga lihai dalam beradu argumen. Melalui tim "Sambelan Vyatra", mereka sukses membawa pulang piala Juara 3 dalam ajang Student Debate Competition di ajang pameran energi terbesar Indonesia, 50th IPA Convex, yang digelar di ICE BSD, Tangerang (20-22/05/2026).
Tim Sambelan Vyatra ini digawangi oleh tiga mahasiswa tangguh tingkat 3. Mereka adalah Estu Tatag Prawira Dharma dan Ditto Bagas Ammar Baihaqi Waluyan dari Program Studi Teknik Produksi Minyak dan Gas, serta Miko Maulana dari Progran Studi Teknik Mesin Kilang.
Persaingan di panggung debat kali ini terbilang sangat sengit karena mempertemukan kampus-kampus top tanah air, mulai dari ITB, ITSB, UGM, PKN STAN, hingga Universitas Pertamina. Setelah melalui adu argumen yang sangat ketat, PKN STAN berhasil keluar sebagai Juara 1, disusul UGM di posisi kedua, dan PEM Akamigas sukses mengamankan posisi ketiga.
Pencapaian ini tentu bikin bangga dosen pembimbing, Diyah Rosiani. Diyah mengapresiasi kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan anak-anak didiknya sejak masa persiapan hingga naik ke panggung lomba.
Bagi tim Sambelan Vyatra, ikutan lomba di ajang sekelas IPA Convex bukan cuma soal menang atau kalah. “Alasan utama kami ikut kompetisi ini adalah untuk menantang diri, mengasah mental, mempertajam critical thinking, dan melatih kemampuan public speaking kami agar makin cas-cis-cus di depan publik,” kata Tatag, mewakili teman-temannya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa PEM Akamigas punya wawasan yang luas dan kritis dalam melihat dinamika industri energi saat ini. Selamat untuk Tim Sambelan Vyatra, semoga prestasi ini bisa menular dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. (drm, https://akamigas.ac.id/)
Tags :